Lawan Jadi Kawan, Negara Ini Resmi Buka Kedubes Israel di Yerusalem
Jakarta, CNBC Indonesia - Kolombia resmi membuka kedutaan besarnya untuk Israel di Yerusalem pada Rabu (14/10/2026), bergabung dengan segelintir negara yang menempatkan kantor diplomatiknya di kota tersebut. Langkah ini menjadi sinyal dukungan terhadap klaim Israel atas Yerusalem, yang statusnya masih menjadi salah satu isu utama dalam konflik Israel-Palestina.
"Ini adalah tanggal penting bagi Negara Israel. Ini juga tanggal penting bagi kota Yerusalem," ujar Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar dalam upacara pembukaan, seperti dikutip dari laporan media asing.
Melansir AFP, keputusan tersebut mengikuti kebijakan Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella, yang mengumumkan rencana pemindahan kedutaan pada Juli. Kebijakan ini menjadi perubahan tajam dari pemerintahan sebelumnya yang berhaluan kiri dan kerap mengkritik Israel atas operasi militernya di Jalur Gaza.
Amerika Serikat (AS) menjadi negara pertama yang mematahkan konsensus internasional dengan memindahkan kedutaannya ke Yerusalem pada 2018, saat Donald Trump menjabat presiden untuk pertama kalinya. Sejak itu, sejumlah negara, termasuk Fiji, Guatemala, Honduras, Papua Nugini, dan Paraguay, turut menempatkan kedutaan mereka di kota tersebut.
Selain Kolombia, Kosovo dan Somaliland, yang bukan anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), juga telah membuka kantor yang mereka sebut sebagai kedutaan besar di Yerusalem. Presiden Argentina Javier Milei, yang dikenal vokal mendukung Israel, turut berjanji memindahkan kedutaan negaranya ke kota itu.
Status Yerusalem tetap menjadi salah satu persoalan paling sensitif dalam konflik Israel-Palestina. Israel menduduki Yerusalem Timur dalam perang 1967 dan kemudian mencaplok wilayah tersebut, tetapi langkah itu tidak diakui oleh sebagian besar masyarakat internasional. Banyak negara tetap menempatkan kedutaan mereka di Tel Aviv karena menilai status akhir Yerusalem harus ditentukan melalui penyelesaian konflik.
Pemerintahan baru Kolombia juga mengambil langkah lain yang mendukung klaim teritorial Israel. Pada Agustus, pemerintah De la Espriella mengakui klaim Israel atas Dataran Tinggi Golan, wilayah yang direbut dari Suriah pada 1967.
Hingga saat itu, AS menjadi satu-satunya negara yang mengakui aneksasi Israel atas wilayah tersebut pada 1981, sementara PBB tetap menganggap Dataran Tinggi Golan sebagai wilayah Suriah yang berada di bawah pendudukan Israel.
Â
(luc/luc) [Gambas:Video CNBC]