MARKET DATA
Internasional

Hujan Menggila di Timur Tengah, Picu Banjir Bandang-Korban Berjatuhan

tfa,  CNBC Indonesia
14 October 2026 20:00
Sebuah tayangan drone menunjukkan kamp-kamp setelah dilanda banjir akibat hujan lebat di pedesaan Idlib, Suriah, 12 Februari 2026. (REUTERS/Mahmoud Hassano)
Foto: Sebuah tayangan drone menunjukkan kamp-kamp setelah dilanda banjir akibat hujan lebat di pedesaan Idlib, Suriah, 12 Februari 2026. (REUTERS/Mahmoud Hassano)

Jakarta, CNBC Indonesia - Hujan deras memicu banjir bandang di sejumlah wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara, menewaskan empat orang di Suriah, Libya, dan Yordania pada Selasa (13/10/2026). Korban tewas termasuk dua anak yang hanyut terbawa arus banjir di Suriah.

Melansir Anadolu Agency, dua anak dilaporkan hanyut di wilayah Maadan, Provinsi Raqqa di Suriah. Stasiun televisi Suriah, Al-Ikhbariya, mengutip keterangan otoritas setempat, melaporkan insiden tersebut terjadi setelah pemerintah mengeluarkan peringatan cuaca buruk untuk wilayah Raqqa, Deir ez-Zor, dan Hasakah.

Sementara itu, di Libya, seorang pegawai bank milik negara, Jumhouria Bank, meninggal dunia akibat tersengat listrik saat berangkat kerja di tengah hujan deras yang mengguyur Tripoli. Banjir juga merendam kawasan permukiman, merusak bangunan dan kendaraan, serta melampaui kapasitas sistem drainase kota.

Perusahaan air dan saluran pembuangan nasional Libya menyatakan volume air hujan telah melebihi kemampuan sistem drainase. Bulan Sabit Merah Libya mengerahkan tim darurat, sedangkan pemerintah kota Souq al-Jumaa menetapkan wilayahnya sebagai zona bencana dan meminta bantuan segera dari pemerintah.

Pihak berwenang Libya turut memutus aliran listrik di sejumlah kawasan terdampak untuk mencegah risiko lebih lanjut. Universitas Tripoli juga menunda pelaksanaan ujian hingga Kamis akibat kondisi cuaca yang mengganggu aktivitas masyarakat.

Di Yordania, tim penyelamat menemukan jenazah seorang pria berusia 23 tahun yang hanyut akibat banjir bandang di distrik Ruwaished, wilayah timur negara tersebut. Direktorat Keamanan Publik mengimbau warga menjauhi daerah rawan banjir karena hujan lebat dan badai petir masih mengancam sejumlah wilayah.

Ancaman cuaca ekstrem juga meluas ke negara lain. Arab Saudi dan Aljazair mengeluarkan peringatan hujan deras serta potensi banjir bandang, sementara sejumlah wilayah Uni Emirat Arab (UEA) turut diguyur hujan dan menghadapi peringatan banjir.

 

(luc/luc) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Hujan Kian Menggila di Tetangga RI, Korban Jiwa Mulai Berjatuhan


Most Popular
Features