Maskapai penerbangan berbiaya hemat asal Malaysia, Firefly menagguhkan penerbangan akibat kabut asap karhutla.
Pesawat-pesawat diparkir di landasan yang diselimuti kabut asap di Bandara Internasional Kuala Lumpur di Sepang, Malaysia, Rabu (14/10/2026). (REUTERS/Hasnoor Hussain)
Kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Sumatra dan Kalimatan menyebabkan penerbangan antara Kuala Lumpur dan Singapura ditangguhkan. (REUTERS/Hasnoor Hussain)
Melansir dari AFP, maskapai penerbangan berbiaya hemat asal Malaysia, Firefly, memperpanjang penangguhan penerbangan. Langkah ini diambil di tengah memburuknya kualitas udara di kawasan tersebut akibat kabut asap dari kebakaran lahan di negara tetangga, Indonesia. (REUTERS/Hasnoor Hussain)
Dalam pernyataan yang dirilis pada Senin malam, Firefly menyebut perpanjangan penangguhan penerbangan antara Bandara Sultan Abdul Aziz Shah di dekat Kuala Lumpur dan Bandara Seletar di Singapura yang telah berlangsung sejak Sabtu sebagai "langkah keselamatan proaktif." (REUTERS/Hasnoor Hussain)
"Mengingat situasi cuaca yang terus berubah, Firefly memantau perkembangannya secara cermat. Informasi terbaru mengenai jadwal penerbangan akan disampaikan langsung kepada pelanggan yang terdampak," tambah maskapai tersebut. (REUTERS/Hasnoor Hussain)