MARKET DATA

Di Depan Pengusaha Pribumi, Bahlil: Saya Masuk Politik Itu Kecelakaan

Firda Dwi Muliawati,  CNBC Indonesia
12 October 2026 18:40
Menko Hilirisasi dan Transisi Energi dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Tahun 2026 di Jakarta, Senin (12/10/2026). (CNBC Indonesia/Firda Dwi Muliawati)
Foto: Menko Hilirisasi dan Transisi Energi dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Tahun 2026 di Jakarta, Senin (12/10/2026). (CNBC Indonesia/Firda Dwi Muliawati)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengaku tidak pernah bercita-cita menjadi politisi dan menyebut keputusannya terjun ke dunia politik sebagai sebuah kecelakaan.

Pengakuan tersebut dikatakan Bahlil di hadapan pengusaha yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) di Jakarta, Senin (12/10/2026).

Bahlil mengatakan bahwa tujuan awal dirinya terjun ke dalam dunia usaha adalah menjadi seorang konglomerat dengan aktif di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). Namun, nyatanya dia ditunjuk menjadi menteri pada periode pemerintah sebelumnya tanpa melalui jalur partai politik.

"Nah, saya masuk politik kecelakaan. Saya nggak pernah bermimpi masuk politik, nggak ada. Saya mau jadi konglo waktu itu, makanya saya mau jadi Ketua Umum HIPMI. Tapi Allah mengantarkan saya untuk kemudian masuk politik," tutur Bahlil dalam acara Rakernas Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) di Jakarta, Senin (12/10/2026).

Seperti diketahui, Bahlil dilantik menjadi menteri setelah dirinya menjabat sebagai Ketua Umum HIPMI. Ia pun meluruskan anggapan publik dengan menegaskan bahwa dirinya terlebih dahulu menjabat sebagai Menteri ESDM, sebelum akhirnya terpilih menjadi Ketua Umum Partai Golkar.

"Saya masuk Menteri ESDM, orang kan bilang bahwa jadi Ketua Golkar dulu baru Menteri ESDM, keliru. Saya udah jadi Menteri ESDM dulu, baru maju jadi Ketua Golkar. Jadi politik ini bagi saya ya ya hobi saja," ucapnya.

Bahlil juga menyoroti kebiasaan sebagian pengusaha pribumi yang kerap terburu-buru terjun ke dunia politik saat baru memiliki sedikit modal usaha. Menurutnya, pengusaha sebaiknya fokus mengembangkan kapasitas dan konsisten membesarkan bisnisnya terlebih dahulu sebelum memutuskan masuk ke panggung politik.

"Rata-rata kita pengusaha pribumi ini, kalau sudah punya modal agak sedikit baik, udah main masuk politik. Menurut saya, kalau menjadi pengusaha yang benar, ya konsisten aja dulu, udah gede baru main," katanya.

Bahlil menambahkan bahwa dalam menjalankan bisnis maupun politik, para pelaku usaha sebaiknya tidak mudah terbawa perasaan. Ia menekankan pentingnya menjaga pemisahan antara perasaan dengan komitmen dalam berbisnis serta berpolitik.

"Makanya berpolitik jangan dibawa perasaan. Bisnis dan politik itu jangan dibawa perasaan. Perasaan itu cukup kita mencintai orang yang kita sayangi," tandasnya.

(wia) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Bahlil Blak-blakan Pro UMKM, Rilis 4 Kebijakan Berpihak ke Usaha Kecil


Most Popular
Features