MARKET DATA
Health Summit 2026

Perkuat Layanan, RS Abdi Waluyo Andalkan Teknologi AI Sejak 2004

Teti Purwanti,  CNBC Indonesia
12 October 2026 16:50
Spesialis Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Abdi Waluyo, Sigit Pramono menyampaikan pemaparannya dalam acara Health Summit 2026 hadir dengan tema "The Rising of Indonesia's Healthcare Investment" di Menara Bank Mega, Jakarta, Kamis (8/10/2026). (CN
Foto: Spesialis Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Abdi Waluyo, Sigit Pramono menyampaikan pemaparannya dalam acara Health Summit 2026 hadir dengan tema "The Rising of Indonesia's Healthcare Investment" di Menara Bank Mega, Jakarta, Kamis (8/10/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Departemen Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Abdi Waluyo, Sigit Pramono mengungkap bahwa peran teknologi sangat besar di industri kesehatan. Sehingga tidak heran jika dunia medis saat ini sangat mengandalkan AI untuk mendapatkan diagnosis dan terapi yang optimal dan cepat.

"Untuk dapatkan patient safety, evidance base medicine, danpersonalized patient care. Oleh karena itu, RS Abdi Waluyo selalu mengutamakan kemajuan teknologi, inovasi untuk dapatkan diagnosa yang cepat dan tepat, serta mengkombinasi AI, teknologi, dengan kualitas SDM yang terus ditingkatkan untuk mendapatkan personalize patient care yang jadi visi utama RS Abdi Waluyo," kata dia dalamCNBC Indonesia Health Summit 2026, dikutip Senin (12/10/2026).

Selain itu, untuk tingkatkan pelayanan medis yang lebih presisi, Abdi Waluyo sudah menggunakan rekam medis digital, yang terintegrasi dengan menggunakan CT Scan dan MRI yang terus diperbaharui dengan peningkatan SDM.

Dia merinci bahwa penggunaan AI di RS Abdi Waluyo sudah dimulai sejak 2004. Bahkan Abdi Waluyo menjadi yang pertama menggunakan 64 Slice CT, Cathlab, dan First Cardiac Imaging, yang terus diupdate hingga pada 2015, Abdi Waluyo menjadi RS pertama yang menggunakan 512 Slice CT Revo, dan MRI 1,5 T.

"Kita terus berkembang, pada 2023 kami menjadi RS pertama dengan teknologi HIVU untuk terapi mioma dan adenomyosis tanpa pembenahan, 2024 menjadi yang pertama dalam teknologi resum untuk tata laksana prostat," rinci dia.

Oleh sebab itu pelayanan medis juga makin berubah dan minimal invasif, bahkan ke depan bukan tidak mungkin non-invasif. Apalagi dengan HIVU adalah terapi tanpa pembedahan, tanpa sayatan dengan sedasi ringan, sangat efektif, sangat aman, Dan menghasilkan terapi optimal dan standar.

"Pasien recovery cepat, ini menunjukkan teknologi ini sangat dibutuhkan untuk Masyarakat Indonesia karena mioma sangat meningkat, dan recovery cepat, yang menguntungkan secara ekonomi bagi pasien," pungkas dia.

Sebelumnya, Sigit juga menyebut bahwaAI bisa mendiagnosa dan juga untuk terapetik dalam hal penggunaan alat-alat medis dan alat-alat bedah. Selain itu juga bisa meningkatkan presisi, meningkatkan patient safety, mengurangi komplikasi, recovery-nya lebih cepat, sehingga pasien bisa pulang.

Sigit memastikan bahwa sesudah mendapatkan diagnosis yang tepat,tenaga kesehatan di Abdi Waluyo tetap melakukan evidence-based medicine. Yakni dengan memilih terapi yang terbaik untuk kondisi pasien, apalagi tidak dapat dipungkiri bahwa tiap pasien itu berbeda, dengan kultur pasien yang berbeda.

(dpu/dpu) [Gambas:Video CNBC]
Next Article OCS Indonesia Ungkap Pentingnya Penguatan Ekosistem Layanan Kesehatan


Most Popular
Features