Kereta Cepat Malaysia Diam-Diam Mau Beroperasi Desember, Ini Rutenya
Jakarta, CNBC Indonesia - Malaysia tengah menyiapkan pengoperasian jalur kereta api East Coast Rail Link (ECRL) yang menghubungkan wilayah pesisir timur dan barat negara tersebut.
Melansir laman resmi ecrlmalaysia.com, proyek infrastruktur sepanjang 665 kilometer ini dirancang untuk memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung mobilitas penumpang dan distribusi barang.
ECRL akan menghubungkan empat negara bagian, yakni Kelantan, Terengganu, Pahang, dan Selangor, dengan jalur yang membentang dari Kota Bharu hingga Port Klang. Kereta penumpang pada jalur ini dirancang melaju dengan kecepatan maksimum 160 kilometer per jam, sementara perjalanan ekspres dari Gombak ke Kota Bharu diperkirakan memakan waktu sekitar empat jam.
Pengoperasian jalur ini dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama yang menghubungkan Kota Bharu hingga Gombak ditargetkan mulai beroperasi pada Januari 2027, sedangkan tahap kedua dari Gombak hingga Port Klang dijadwalkan beroperasi pada Januari 2028.
Rute ECRL dimulai dari Kota Bharu, Kelantan, yang direncanakan menjadi salah satu pusat transportasi utama di wilayah timur laut Malaysia. Jalur tersebut kemudian bergerak ke arah barat daya melalui Pasir Puteh untuk memperluas akses transportasi di wilayah selatan Kelantan.
Setelah meninggalkan Kelantan, jalur kereta memasuki Terengganu dan melewati sejumlah kota di sepanjang pesisir negara bagian tersebut. Stasiun utama yang direncanakan berada di Jerteh, Bandar Permaisuri, Kuala Terengganu, Dungun, Kemasik, dan Chukai.
Perjalanan berlanjut ke Pahang dengan melintasi Cherating, Kuantan Port City, Kota SAS, Paya Besar, Maran, Temerloh, dan Bentong. Pada segmen ini, ECRL akan melintasi Pegunungan Titiwangsa melalui terowongan dan jembatan layang yang dirancang untuk mengatasi kondisi geografis wilayah tersebut.
Jalur tahap pertama akan berakhir di Gombak Integrated Terminal, Selangor, yang menjadi penghubung menuju kawasan Lembah Klang. Selanjutnya, tahap kedua akan memperpanjang jalur dari Gombak ke Port Klang dengan melewati Serendah, Puncak Alam, dan Kapar.
Selain melayani perjalanan penumpang, ECRL juga dirancang untuk mengangkut barang guna mendukung kegiatan logistik dan perdagangan. Keberadaan jalur ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antara kawasan industri, pusat permukiman, dan pelabuhan serta mendorong pertumbuhan ekonomi di sepanjang koridor kereta api.
Meski demikian, target pengoperasian yang tercantum dalam informasi resmi proyek menunjukkan Januari 2027 untuk tahap pertama dan Januari 2028 untuk tahap kedua. Dengan demikian, informasi mengenai pengoperasian pada Desember perlu dikonfirmasi lebih lanjut karena berbeda dari jadwal yang tercantum di situs resmi ECRL.
(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]