MARKET DATA

Ketua KPU Dituntut Mundur, Ketua Partai Ini Ditangkap!

Firda Dwi Muliawati,  CNBC Indonesia
11 October 2026 09:45
Para pendukung Cockroach Janta Party (CJP) mengikuti unjuk rasa yang menuntut pengunduran diri Kepala Komisioner Pemilihan Umum India, Gyanesh Kumar, di Mumbai, India, pada 2 Oktober 2026. (REUTERS/Priyanshu Singh)
Foto: Para pendukung Cockroach Janta Party (CJP) mengikuti unjuk rasa yang menuntut pengunduran diri Kepala Komisioner Pemilihan Umum India, Gyanesh Kumar, di Mumbai, India, pada 2 Oktober 2026. (REUTERS/Priyanshu Singh)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemimpin Partai Kecoak India (CJP) Abhijeet Dipke bersama puluhan anak muda lainnya ditangkap pihak kepolisian usai menggelar aksi unjuk rasa. Aksi tersebut digelar untuk menuntut Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat agar mundur dari jabatannya.

Melansir Reuters, Dipke dan para demonstran ditahan pada Sabtu (10/10) saat mendesak Ketua KPU Gyanesh Kumar mengundurkan diri. Gelombang protes ini dipicu oleh kebijakan revisi daftar pemilih yang berdampak pada penghapusan sekitar 130 juta nama.

Partai satire itu menuduh langkah KPU tersebut dilakukan semata-mata demi menguntungkan Partai Bharatiya Janata (BJP) pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi. "Hidup revolusi!" teriak beberapa demonstran muda di ibu kota New Delhi saat dikejar polisi.

"Ini melanggar hak-hak rakyat dan negara tidak akan menolerir hal ini lagi," kata Yogendra Solanki, salah satu pedemo yang diseret masuk ke dalam bus, kepada Reuters.

Sementara itu, Dipke ditangkap di bandara setelah mendarat dari Mumbai. "Saya datang untuk ditangkap. Tangkap saya. Saya tidak takut pada kalian," tukas Dipke.

Menurut sumber polisi, sekitar 200 demonstran ditahan di Delhi pada Sabtu.

Menurut perwakilan dari dua media digital, empat wartawan mereka turut ditangkap saat meliput aksi protes tersebut. Beberapa pengacara yang berdemo di luar Mahkamah Agung juga ditangkap, menurut asosiasi pengacara di media sosial X.

CJP mengutuk penangkapan ini dengan menyebutnya sebagai "penyadapan terencana" untuk melemahkan gerakan pemuda.

Sejak pekan lalu, Partai Kecoak menggelar demonstrasi menentang penghapusan daftar pemilih oleh KPU. Demo Sabtu ini direncanakan digelar di Janta Mantar sebagai yang terbesar dari serangkaian protes oleh CJP.

Pada Jumat, kepolisian Delhi menyatakan tidak mengizinkan demonstrasi dihelat karena permintaan tidak diajukan tepat waktu. Polisi mengancam akan menangkap para pengunjuk rasa jika melanggar larangan tersebut.

Para pemimpin CJP menentang keras larangan polisi dan menegaskan akan tetap melanjutkan demo.

Puluhan ribu aparat kepolisian pun diterjunkan, bersama dengan personel paramiliter. Otoritas juga menutup puluhan stasiun metro dan membatalkan beberapa kereta yang menuju New Delhi.

Layanan internet dalam radius 4 kilometer dari area demo juga dihentikan mulai Jumat malam.

Partai-partai oposisi telah lama menuduh pemerintahan Modi memanipulasi daftar pemilih demi keuntungan mereka sendiri.

Sementara itu, Ketua KPU Kumar sejauh ini belum berkomentar. KPU dan BJP sementara itu telah membantah tuduhan manipulasi tersebut.

BJP menyatakan popularitas Modi dan pertumbuhan ekonomi India adalah beberapa alasan elektabilitasnya terus tinggi. BJP juga menuduh partai-partai oposisi menyesatkan negara karena tidak mampu memenangkan pemilu.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Tuntut Ketua KPU Turun! 2.000 Pendemo Ditangkap Polisi


Most Popular
Features