MARKET DATA

Menhub Bisik-Bisik Rute MRT Jakarta Tembus Tangsel

Ferry Sandi,  CNBC Indonesia
11 October 2026 19:30
Suasana pengerjaan proyek MRT Fase 2A Harmoni-Sawah besar di Jakarta, Selasa (12/5/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Suasana pengerjaan proyek MRT Fase 2A Harmoni-Sawah besar di Jakarta, Selasa (12/5/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah belum membuka detail rute MRT Jakarta menuju Tangerang Selatan (Tangsel). Salah satu alasannya berkaitan dengan potensi spekulasi pembelian tanah apabila titik jalur diumumkan terlalu cepat.

Pemerintah memilih menunggu proses kajian berjalan sebelum memberikan informasi lebih rinci kepada publik.

"Jangan, nanti tanahnya (naik). Oh, situ nanti beli tanah repot kita nanti," kelakar Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi kepada CNBC Indonesia dikutip Minggu (11/10/2026).

Kekhawatiran itu muncul karena informasi mengenai titik rute dapat memengaruhi harga tanah di sekitar lokasi. Masyarakat maupun investor bisa saja membeli lahan lebih awal dengan harapan kawasan tersebut akan dilalui MRT.

Pemerintah melihat kondisi tersebut bisa membuat biaya lahan berubah jauh dari perhitungan awal. Situasi itu pada akhirnya berpotensi mengganggu keekonomian proyek.

"Itu mungkin enggak akan diumumkan. Karena kalau ketahuan nanti yang tadinya sepuluh jadi seribu, enggak jadi malah gitu," ujar Dudy.

Saat ini jalur MRT Tangsel masih dalam tahap feasibility study. Kajian tersebut dikerjakan pihak Sinar Mas untuk melihat kelayakan pembangunan jalur dari Lebak Bulus menuju Tangsel.

Pemerintah belum bisa memastikan titik-titik yang akan menjadi bagian dari rute karena hasil kajian masih berjalan. Keputusan akhir juga harus mempertimbangkan kemampuan proyek untuk dibangun secara ekonomis.

"Karena kan swasta harus memperhitungkan bahwa secara ekonomis mereka bisa membangun," kata Dudy.

Calon penumpang saat menaiki ke menaiki kereta MRT (Moda Raya Terpadu) di Stasiun MRT Blok M Jakarta, Senin (22/6/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)Calon penumpang saat menaiki ke menaiki kereta MRT (Moda Raya Terpadu) di Stasiun MRT Blok M Jakarta, Senin (22/6/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) Foto: Calon penumpang saat menaiki ke menaiki kereta MRT (Moda Raya Terpadu) di Stasiun MRT Blok M Jakarta, Senin (22/6/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Studi Kelayakan Lagi Dikerjakan Sinar Mas

Rencana pembangunan MRT menuju Tangerang Selatan (Tangsel) masih berada dalam tahap studi kelayakan atau feasibility study (FS). Pemerintah belum dapat memastikan kapan rute tersebut akan diumumkan kepada publik.

Kawasan seperti Pondok Cabe maupun Bintaro pun belum dapat dipastikan menjadi bagian dari jalur MRT tersebut. Kepastian rute masih menunggu hasil kajian yang menjadi tahap penting sebelum proyek masuk ke pembangunan. Pemerintah masih menunggu hasil FS untuk melihat sejauh mana jalur dari Lebak Bulus menuju Tangsel dinilai layak untuk dibangun.

"MRT Tangsel itu kan saat ini sedang dikerjakan FS-nya oleh pihak Sinar Mas. FS ya, FS," kata Dudy.

Hasil kajian nantinya menjadi pertimbangan untuk menentukan kelanjutan proyek. Karena proyek ini dikerjakan oleh pihak swasta, pemerintah belum menetapkan batas waktu penyelesaian pembangunan. Dudy mengatakan pemerintah berharap proses tersebut tidak berjalan terlalu lama. Namun, keputusan pembangunan tetap harus menunggu hasil kajian yang menunjukkan proyek tersebut layak untuk dikerjakan.

"Ya tentu kita akan melihat hasil FS-nya mereka sampai seberapa jauh FS itu menurut mereka bisa feasible untuk dilakukan pembangunan dari Lebak Bulus sampai ke Tangsel," ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat belum mendapatkan kepastian mengenai kapan rute MRT Tangsel akan diumumkan. Detail jalur juga masih dapat berubah mengikuti hasil studi yang sedang berjalan.

Pemerintah tidak memberikan target khusus untuk proyek tersebut. Harapan pemerintah saat ini adalah proses kajian dapat segera menghasilkan kepastian mengenai kelayakan pembangunan.

"Karena ini adalah kegiatan yang dilakukan oleh pihak swasta, kami tidak memberikan target," kata Dudy.

Proyek MRT Tangsel nantinya membutuhkan perhitungan yang matang sebelum masuk tahap pembangunan. Selain aspek teknis, pihak swasta juga harus memastikan proyek tersebut memiliki dasar ekonomi yang cukup untuk dijalankan.

"Harapan kami ini se-feasible dan bisa dikerjakan dalam waktu yang cepat," tutur Dudy.

(fys/wur) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Rute MRT Tangsel Lewat Bintaro atau Pondok Cabe? Ini Jawaban Menhub


Most Popular
Features