Kacau! Trump Tuding Kandidat Muslim Teroris, Abdul Dipanggil Muhammad
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali terlibat perseteruan dengan kandidat politik dari Partai Demokrat. Kali ini, Trump menyerang Abdul El-Sayed, kandidat Senat AS dari Michigan, dengan menuduhnya sebagai simpatisan teroris.
Namun, sorotan justru muncul setelah Trump salah menyebut nama kandidat Muslim tersebut. Ia menyebut Abdul menjadi "Mohammed" alias Muhammad.
Mengutip AFP, Jumat (9/10/2026), El-Sayed menanggapi serangan Trump dengan menyindir bahwa presiden AS itu sedang mengalami kesulitan. Perseteruan keduanya terjadi menjelang pemilihan sela (midterm elections) bulan depan, yang berpotensi menentukan partai mana yang menguasai Senat AS.
Trump sebelumnya menyerang El-Sayed melalui platform media sosial Truth Social. Ia menuduh kandidat dari kubu Demokrat tersebut sebagai "Terrorist Sympathizer" atau simpatisan teroris, tanpa menyertakan bukti yang mendukung tuduhan itu dalam unggahannya sebagaimana dilaporkan AFP.
El-Sayed kemudian membalas serangan tersebut dalam sebuah acara kampanye di Grand Rapids, Michigan. Acara itu turut dihadiri Gubernur Michigan Gretchen Whitmer dan Senator Delaware Lisa Blunt Rochester.
"Saya pikir Donald mungkin sedang sedikit kesulitan," kata El-Sayed.
"Ia mengira nama saya Mohammed. Nama saya Abdul, dan Anda tahu itu. Satu-satunya alasan dia tidak mau menyebutnya dengan benar adalah karena saya terus mengkritik Anda," ujarnya, disambut tawa para hadirin.
El-Sayed kemudian menantang Trump untuk menyebut namanya dengan benar.
"Jadi, coba lagi dan sebutkan dengan benar, karena kami akan mengajari Anda cara mengucapkannya dengan tepat," katanya.
Meski demikian, AFP mencatat nama tengah El-Sayed memang Mohamed, seperti banyak pria Muslim lainnya. Namun, ia tidak menggunakan nama tersebut di hadapan publik.
Tuduhan Terorisme hingga Pertarungan Politik
Perseteruan Trump dengan El-Sayed tidak hanya berkutat pada persoalan nama. Trump dan para pendukungnya juga menuding El-Sayed beserta keluarganya memiliki hubungan dengan Ikhwanul Muslimin dan kelompok jihad Al-Qaeda.
Trump juga menyebut El-Sayed sebagai sahabat dekat Hasan Piker, influencer sayap kiri yang dikenal kritis terhadap kalangan konservatif AS dan ikut berkampanye untuk El-Sayed dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat.
El-Sayed sendiri tengah bersaing ketat dengan kandidat Partai Republik Mike Rogers untuk memperebutkan kursi Senat dari Michigan. Persaingan ini menjadi penting bagi Demokrat yang berupaya merebut kembali kendali atas Senat AS, yang beranggotakan 100 orang.
Demokrat menargetkan mempertahankan kursi Michigan yang saat ini dikuasai partai tersebut, sekaligus merebut empat kursi lain dari Partai Republik.
Michigan menjadi medan pertarungan penting karena negara bagian di kawasan Midwest itu mendukung Trump dalam pemilihan presiden 2024. Namun, dalam pemilihan Senat sebelumnya, kandidat Demokrat Elissa Slotkin berhasil mengalahkan Rogers dengan selisih tipis.
Dalam pencalonannya, El-Sayed mendapat dukungan sejumlah tokoh progresif AS, termasuk Bernie Sanders, Alexandria Ocasio-Cortez, dan Elizabeth Warren, serta serikat pekerja United Auto Workers (UAW).
Program kampanyenya mencakup perluasan layanan kesehatan untuk seluruh warga, peningkatan pajak bagi miliarder, penghentian bantuan militer AS tanpa syarat kepada Israel, serta pembatasan peran uang korporasi dalam pemilihan umum.
Perseteruan ini menambah panas persaingan politik menjelang pemilihan sela AS. Di tengah pertarungan memperebutkan kendali Senat, serangan personal dan tuduhan terhadap lawan politik turut menjadi bagian dari kampanye yang semakin sengit.
(tps/sef) [Gambas:Video CNBC]