Inovasi Megastruktur JIS Antarkan WEGE Raih Penghargaan Global
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) berhasil meraih kemenangan tingkat global dalam ajang bergengsi 2026 Year in Infrastructure (YII) Awards yang diselenggarakan oleh Bentley Systems.
Penghargaan pada kategori Rekayasa Struktural (Structural Engineering) ini dianugerahkan atas pembangunan Jakarta International Stadium (JIS), khususnya untuk pencapaian rekayasa pada nominasi "Engineering Largest Retractable Roof."
Inovasi WEGE ini berhasil tampil sebagai yang terbaik setelah melalui tahap penjurian ketat dan menyisihkan lebih dari 300 nominasi proyek pekerjaan konstruksi yang berasal dari 53 negara.
"Penghargaan ini menjadi pengakuan atas kemampuan WEGE dalam mengintegrasikan engineering, teknologi digital, dan eksekusi konstruksi untuk menyelesaikan tantangan megastruktur yang kompleks. Bagi kami, pencapaian JIS bukan hanya tentang menyelesaikan sebuah proyek, tetapi juga menunjukkan bahwa kemampuan engineering Indonesia dapat bersaing di tingkat global," ujar Direktur Utama WEGE Mahendra Vijaya, dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (8/10/2026).
JIS merupakan stadion sepak bola berkapasitas 82.000 penonton dan menjadikannya salah satu yang terbesar di ASEAN. Tantangan utama proyek ini adalah pengembangan struktur atap stadion dengan bentang mencapai 269 x 244 meter yang dilengkapi sistem atap buka-tutup (retractable roof).
Salah satu pencapaian engineering paling krusial dalam proyek ini adalah pengangkatan struktur atap seberat 3.900 ton secara bersamaan hingga elevasi 70 meter di area pesisir utara Jakarta dengan kondisi tanah lunak dan muka air tanah tinggi.
Direktur Operasi WEGE Tomo Dwi Hasputro, yang sebelumnya menjabat sebagai Manajer Proyek JIS, menjelaskan, sistematap buka-tutup ini memiliki bagian bergerak seberat 300 ton yang menutupi area bukaan seluas 4.560 meter persegi, dan dapat beroperasi membuka atau menutup dalam waktu sekitar 30 menit.
"Tantangan tersebut membutuhkan perencanaan engineering yang presisi serta koordinasi konstruksi yang sangat ketat," jelas dia.
Dalam pelaksanaannya, WEGE memanfaatkan ekosistem digital Bentley, antara lain STAAD Pro untuk analisis struktural dan SYNCHRO 4D untuk simulasi konstruksi. Penerapan teknologi tersebut membantu mengoptimalkan beban angkat sebesar 7%, menyelesaikan lebih dari 100 benturan spasial (clashes) sebelum konstruksi fisik dimulai, serta mendukung penyelesaian megastruktur tiga bulan lebih awal dari jadwal.
Di luar pencapaian strukturalnya, desain berwawasan lingkungan pada JIS menjadikannya stadion pertama yang meraih Sertifikat Platinum Green Building. Penggunaan rekayasa digital secara komprehensif berhasil menghemat 753.000 jam kerja, memangkas estimasi emisi karbon tahunan sebesar 2.300 ton CO2, serta menekan limbah material konstruksi hingga di bawah 7%.
Lebih lanjut, perencanaan presisi dan protokol keselamatan yang ketat memungkinkan proyek ini meraih penghargaan Zero Accident dengan pencapaian 2,5 juta jam kerja aman selama masa konstruksi.
"Kesuksesan WEGE pada ajang YII Awards 2026 ini membuktikan posisi perusahaan sebagai pelopor keunggulan konstruksi digital di Indonesia yang menempatkan prinsip keberlanjutan sebagai prioritas utama. Melalui ekosistem digitalisasi yang terintegrasi, WEGE terus berinovasi menghadirkan infrastruktur dan solusi bangunan hijau masa depan yang rendah emisi karbon, efisien, serta membawa dampak positif bagi pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat luas," pungkas dia.
(dpu/dpu) [Gambas:Video CNBC]