MARKET DATA

Proyek Rp180 T Diresmikan Prabowo, Glencore-Trafigura Jadi Investornya

Firda Dwi Muliawati,  CNBC Indonesia
08 October 2026 19:10
Groundbreaking 11 Ekosistem Hilirisasi Nikel serta Ekspor Perdana Baterai EV, 8 Oktober 2026. (Tangkapan layar youtube Setres RI)
Foto: Groundbreaking 11 Ekosistem Hilirisasi Nikel serta Ekspor Perdana Baterai EV, 8 Oktober 2026. (Tangkapan layar youtube Setres RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mencatat raksasa tambang global Glencore dan Trafigura menjadi bagian dari investor di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah, Maluku Utara.

Investasi ini masuk ke dalam bagian peresmian 11 proyek strategis hilirisasi senilai US$ 10,2 miliar atau Rp 180 triliun yang diresmikan oleh Presiden RI Prabowo Subianto.

Asal tahu saja, Glencore Plc merupakan perusahaan multinasional basis Swiss sedangkan Trafigura Group Pte. Ltd. merupakan perusahaan perdagangan bidang energi asal Swiss. Kedua perusahaan tersebut tercatat menjadi bagian dari 53 tenant yang beroperasi di kawasan industri tersebut.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyebutkan selain kedua perusahaan raksasa tersebut, Kawasan IWIP juga masuk investasi dari India hingga Australia. Rosan mengatakan bahwa para investor dari berbagai negara menanamkan modalnya untuk membangun ekosistem rantai pasok industri nikel hingga baterai kendaraan listrik secara menyeluruh.

"Dan kalau tadi sudah dipaparkan Bapak Presiden, bahwa investornya ini datang dari berbagai macam negara. Mereka mempunyai 52 tenan di sini. Ada yang termasuk juga ada Glencore, Trafigura, ada dari Australia, dari India, dan dari berbagai negara masuk mereka berinvestasi di kawasan industri ini," ujar Rosan dalam peresmian, di Kawasan IWIP, Halmahera Tengah, Kamis (8/10/2026).

Total investasi Rp 180 triliun pada 11 proyek tersebut terbagi menjadi empat proyek senilai US$ 3,4 miliar atau Rp 60 triliun yang telah selesai beroperasi komersial, serta proyek lainnya senilai US$ 6,8 miliar yang memasuki tahap peletakan batu pertama (groundbreaking).

Rangkaian proyek tersebut bergerak di bidang pemrosesan material baterai berbasis nikel, fasilitas separator baterai kendaraan listrik, produksi aluminium elektrolit, alat berat berbasis listrik, hingga photovoltaic glass untuk pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

Rosan mengungkapkan terdapat investasi baru sebesar US$ 7 miliar yang meningkatkan akumulasi investasi kawasan industri IWIP sejak 2018 dari US$ 20 miliar menjadi US$ 27 miliar. Pengembangan kawasan industri terpadu seluas 3.000 hektar tersebut mencatatkan total penyerapan tenaga kerja sebanyak 117.000 orang serta menyumbang nilai ekspor kawasan sebesar US$ 11 miliar.

"Dan kawasan industri ini memang sejak 2018 dan telah menyerap investasi US$ 20 miliar, Bapak Presiden. Dengan US$ 7 miliar yang baru akan menjadi US$ 27 total miliar dengan penyerapan tenaga kerja total 117.000 tenaga kerja di kawasan ini, Bapak Presiden," tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, Presiden RI Prabowo Subianto meminta jajaran pemerintah untuk menjaga dan melindungi semua investor layaknya keluarga.

Menurut Prabowo, kekayaan Indonesia yang melimpah harus dikelola dengan baik agar memberikan kesejahteraan dan kemakmuran kepada seluruh Indonesia. Karena itu, Prabowo mengapresiasi seluruh pihak yang telah menjalankan proyek hilirisasi di IWIP, termasuk mitra dan investor asing yang telah menanamkan modalnya.

"Untuk itu, saya di sini tegaskan komitmen pemerintah untuk menghormati dan mengamankan semua investasi dari manapun yang ditanamkan di bumi Indonesia," katanya.

Kepala negara mengatakan bahwa menjaga dan melindungi mitra merupakan kehormatan bangsa, karena investor telah percaya untuk bekerja sama dengan Indonesia. Untuk itu, Prabowo berpesan kepada jajarannya untuk menjaga investor bagaikan keluarga.

"Adalah tradisi bangsa Indonesia, adalah adat bangsa kita, saya kira di setiap suku, mereka yang datang, mereka yang bekerja sama kita, mereka yang membantu kita, kita angkat sebagai saudara kita, dan kita menjaga mereka sebagaimana kita menjaga keluarga kita sendiri," tutur Prabowo.

Berikut daftar proyek yang diresmikan Prabowo di IWIP, Kamis (8/10/2026):

- Ekspor Produk olahan nikel mixed hydroxide precipitate (MHP) dari PT Blue Sparking Energy

- Bahan baku baterai berupa nickel manganese cobalt (NMC) dan lithium ferro phosphate (LFP) dari PT REPT Batero Indonesia

- Aluminium elektrolitik dari PT Pioneer Aluminium Industries

- Komponen alat berat berbasis EV dari PT XCMG Indonesia Manufacturing.

Groundbreaking Hilirisasi

- PT Guang Ching Nickel Cobalt

- PT Inno Prima Material

- PT Tinci Materials Indonesia

- PT Weda Bay Aluminium

- PT Bintang Karya Aluminium

- PT Flat Solar Energy Indonesia

- PT Foton Guangqing Motor Indonesia

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Prabowo Ungkap Proyek Ini Bisa Bikin RI Cuan Rp284 Triliun


Most Popular
Features