MARKET DATA
Internasional

7 Calon Pengganti Putin, Mantan Pengawal hingga "Jenderal Armagedon"

tfa,  CNBC Indonesia
08 October 2026 21:50
Presiden Rusia Vladimir Putin meletakkan bunga pada peringatan Kota Pahlawan selama upacara di Makam Prajurit Tak Dikenal setelah parade militer Hari Kemenangan di Moskow tengah pada 9 Mei 2022. - Rusia merayakan peringatan 77 tahun kemenangan atas N
Foto: Presiden Rusia Vladimir Putin meletakkan bunga pada peringatan Kota Pahlawan selama upacara di Makam Prajurit Tak Dikenal setelah parade militer Hari Kemenangan di Moskow tengah pada 9 Mei 2022. (SPUTNIK/AFP via Getty Images/ANTON NOVODEREZHKIN)
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Saat Vladimir Putin merayakan ulang tahunnya yang ke-74 pada Rabu (7/10/2026), spekulasi mengenai sosok yang berpotensi menggantikannya kembali mencuat. Rumor mengenai kondisi kesehatan Putin yang memburuk disebut ikut memanaskan pembicaraan mengenai perebutan pengaruh di lingkaran elite Kremlin.

Putin telah memimpin Rusia sejak Desember 1999 dan selama lebih dari dua dekade memperkuat kendalinya atas politik domestik. Di tengah ketidakpastian mengenai masa depan kepemimpinannya, sejumlah tokoh dari kalangan keamanan, militer, teknokrat hingga politik disebut berpotensi mengisi posisi puncak, menurut laporan Express.

Berikut 7 nama-nama kuat calon pengganti Putin, seperti dikutip Express, Kamis (8/10/2026):

1. Aleksey Dyumin, Kandidat Penerus Pilihan Putin

Aleksey Dyumin, 54 tahun, merupakan mantan jenderal intelijen militer sekaligus mantan pengawal pribadi Putin. Ia dikenal karena pernah memimpin Pasukan Operasi Khusus Rusia saat aneksasi Crimea pada 2014.

Karier Dyumin kemudian terus menanjak di lingkaran kekuasaan Kremlin. Setelah menjadi Gubernur Oblast Tula, ia dipercaya sebagai ajudan presiden dan kemudian Sekretaris Dewan Negara, sebelum mendapat tanggung jawab atas sejumlah portofolio keamanan penting. Karena kedekatannya dengan Putin, Dyumin dipandang sebagai salah satu kandidat penerus utama.

2. Andrey Mordvichev, Jenderal Garis Keras Rusia

Kolonel Jenderal Andrey Mordvichev, 50 tahun, merupakan salah satu figur militer yang berpotensi masuk dalam bursa penerus Putin. Ia dikenal sebagai komandan tempur garis keras yang memimpin operasi Rusia di sejumlah medan perang paling sengit di Ukraina.

Mordvichev terlibat dalam pengepungan Mariupol dan Avdiivka yang menyebabkan kehancuran besar. Setelah dipromosikan menjadi Panglima Angkatan Darat Rusia, ia menjadi representasi kelompok militer yang menginginkan kemenangan mutlak dalam perang Ukraina.

3. Mikhail Mishustin, Teknokrat yang Siap Ambil Alih

Perdana Menteri Mikhail Mishustin, 60 tahun, memiliki posisi berbeda karena secara konstitusional berada dalam jalur suksesi langsung. Berdasarkan Bab 4 Konstitusi Rusia, ia akan menjadi pejabat presiden jika Putin meninggal dunia atau mengundurkan diri.

Mishustin sebelumnya membangun reputasi sebagai administrator dengan melakukan digitalisasi besar-besaran terhadap sistem perpajakan Rusia. Kini, ia bertugas menjaga stabilitas ekonomi negara di tengah perang dan memiliki dukungan dari birokrasi sipil serta manajer perusahaan milik negara.

4. Maksim Oreshkin, Otak Ekonomi di Lingkaran Putin

Maksim Oreshkin, 44 tahun, merupakan salah satu anggota termuda dalam lingkaran elite inti Putin. Mantan bankir investasi tersebut meniti karier dengan cepat hingga menjadi penasihat ekonomi utama Presiden Rusia sekaligus Wakil Kepala Staf.

Oreshkin dinilai memiliki peran penting dalam merancang strategi ekonomi untuk menghadapi sanksi Barat. Upaya mempertahankan stabilitas sektor perbankan dan keuangan Rusia membuatnya menjadi salah satu figur teknokrat penting dalam pemerintahan Putin.

5. Dmitry Medvedev, Tokoh Garis Keras yang Ancam Nuklir

Dmitry Medvedev, 61 tahun, memiliki perjalanan politik yang berbeda. Pernah dianggap sebagai tokoh reformis moderat ketika menjadi presiden Rusia pada 2008-2012 dan kemudian perdana menteri, Medvedev kini justru dikenal sebagai salah satu suara paling keras di Kremlin.

Sebagai Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, Medvedev kerap menggunakan media sosial untuk melontarkan ancaman terhadap negara-negara Barat. Ia bahkan berulang kali membicarakan kemungkinan serangan menggunakan rudal nuklir hipersonik terhadap London dan ibu kota negara Barat lainnya.

6. Sergei Kiriyenko, Arsitek Politik dan Propaganda Kremlin

Sergei Kiriyenko, 64 tahun, merupakan salah satu elite Kremlin yang dikenal mampu bertahan melewati berbagai perubahan politik. Ia pernah menjadi perdana menteri termuda Rusia di bawah Presiden Boris Yeltsin pada 1998 sebelum menghabiskan lebih dari satu dekade memimpin perusahaan nuklir negara, Rosatom.

Kini, Kiriyenko menjabat sebagai Wakil Pertama Kepala Staf Kremlin. Ia mengelola politik domestik, propaganda negara dan administrasi wilayah pendudukan Rusia di Ukraina, sehingga memiliki akses terhadap berbagai instrumen politik yang dapat digunakan dalam mengatur transisi kekuasaan.

7. Sergei Surovikin, 'Jenderal Armagedon' yang Populer di Militer

Sergei Surovikin, 59 tahun, dikenal dengan julukan "Jenderal Armagedon" karena reputasinya sebagai komandan yang keras. Ia pernah memimpin operasi militer Rusia di Suriah serta bertanggung jawab atas serangan rudal besar-besaran terhadap infrastruktur Ukraina.

Surovikin sempat ditahan dan dicopot dari jabatan komando setelah pemberontakan kelompok Wagner yang dipimpin Yevgeny Prigozhin. Meski demikian, ia tetap memiliki popularitas di kalangan tentara ultranasionalis dan blogger militer Rusia yang melihatnya sebagai figur pemimpin kuat.

Jika Putin benar-benar meninggalkan kekuasaan, persaingan di antara kelompok keamanan, militer, teknokrat dan elite politik akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah Rusia berikutnya. Dari tujuh nama tersebut, masing-masing memiliki basis kekuatan berbeda yang dapat memainkan peran dalam perebutan pengaruh di Kremlin.

 

(luc/luc) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Bisnis Nestle Dihantam Badai, Aset Disita


Most Popular
Features