Pulau Berhutan Misterius Hilang Mendadak, Kini Ditemukan Lagi
Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah pulau berhutan yang sempat muncul lalu menghilang secara misterius di Waduk Williston, British Columbia (B.C.), Kanada, akhirnya ditemukan kembali. Pulau berukuran lebih besar dari lapangan sepak bola Kanada itu diketahui telah hanyut sekitar 30 kilometer dari lokasi terakhirnya.
B.C. Hydro, perusahaan listrik milik pemerintah provinsi di British Columbia, mengatakan pulau tersebut kini terdampar di tepian Ospika Arm, setelah sebelumnya terlihat berada di tengah waduk. Citra satelit pada 15 Agustus 2026 menunjukkan pulau itu berada di pintu masuk utara Ospika Arm, lokasi Sungai Ospika bermuara ke waduk.
"Pulau itu sempat menghilang dan kini muncul kembali; hal ini tentu saja menimbulkan kehebohan," ujar juru bicara B.C. Hydro, Bob Gammer, seperti dikutip BCB, Kamis (8/12/2026).
Asal-usul pulau itu belum dipastikan. Namun B.C. Hydro menduga rekor ketinggian air kemungkinan membuat daratan tersebut terlepas dari garis pantai.
Sementara profesor ilmu kebumian Simon Fraser University, John Clague, menilai erosi selama puluhan tahun dapat membuat tepian waduk rentan terhadap longsor. Clague mengatakan Waduk Williston memang dikenal memiliki angin kencang yang dapat menciptakan gelombang dan mengikis akar pepohonan di sepanjang garis pantai.
"Ini pasti menjadi rekor dunia dalam hal ukuran untuk hamparan kayu terapung yang ditumbuhi pepohonan," katanya.
B.C. Hydro memperkirakan pulau tersebut memiliki lebar sekitar 70 meter dan panjang 140 meter, dengan luas sekitar 9.800 meter persegi. Clague mengaku terkejut karena struktur yang relatif tipis itu mampu berpindah sejauh sekitar 30 kilometer tanpa hancur.
Kemunculan pulau tersebut sebelumnya viral setelah pengguna perahu merekamnya pada Agustus. Finlay Farquhar, seorang asisten teknisi radio di Inggris, bahkan berhasil melacak lokasi terbaru pulau menggunakan citra satelit terbuka dan menemukan daratan itu telah terdampar di tepian Ospika Arm.
B.C. Hydro kini akan terus memantau kondisi pulau tersebut karena masih mungkin kembali bergerak jika diterpa angin kencang. Gammer memperingatkan para pengguna perahu agar tidak mencoba menaikinya karena struktur pulau tidak stabil, meski mengambil gambar dari jarak aman masih diperbolehkan.
Â
(luc/sef) [Gambas:Video CNBC]