MARKET DATA

Rosan: Proyek Hilirisasi Nikel Sumbang Separuh Ekonomi Maluku Utara

Firda Dwi Muliawati,  CNBC Indonesia
08 October 2026 16:30
Groundbreaking 11 Ekosistem Hilirisasi Nikel serta Ekspor Perdana Baterai EV, 8 Oktober 2026. (Tangkapan layar youtube Setres RI)
Foto: Groundbreaking 11 Ekosistem Hilirisasi Nikel serta Ekspor Perdana Baterai EV, 8 Oktober 2026. (Tangkapan layar youtube Setres RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mencatat sektor industri pengolahan berbasis hilirisasi nikel dan mineral turunan menyumbang hampir separuh dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Maluku Utara.

Kontribusi industri manufaktur tersebut berhasil mengubah struktur ekonomi daerah dari kawasan pertambangan mentah menjadi pusat industri terpadu.

Rosan menegaskan bahwa operasional kawasan hilirisasi mineral termasuk nikel turut meningkatkan kinerja perdagangan dan memberikan nilai tambah ekonomi langsung bagi masyarakat lokal.

"Dan ini juga kita melihat bahwa industri pengolahan di Maluku Utara ini juga menyumbang hampir separuh PDB Maluku Utara. Provinsi ini tidak lagi sekadar daerah tambang, tapi telah menjadi daerah industri," tuturnya dalam acara Groundbreaking 11 Ekosistem Hilirisasi Nikel serta Ekspor Perdana Baterai EV di kawasan IWIP, Halmahera Tengah, Maluku Utara, Kamis (8/10/2026).

Rosan mengatakan, program hilirisasi yang telah berjalan di kawasan tersebut mendorong surplus perdagangan Maluku Utara mencapai Rp 31,1 triliun pada 2025.

Tidak main-main, komoditas ekspor Maluku Utara didominasi oleh produk olahan bernilai tinggi seperti feronikel, nikel matte, mixed sulphide precipitate (MSP), nikel sulfat, hingga kobalt.

"Dan surplus perdagangannya juga meningkat tajam mencapai Rp 31,1 triliun pada tahun 2025. Dan ekspor ini didominasi produk olahan nikel, feronikel, nikel matte, MSP, nikel sulfat, dan juga kobalt, Bapak Presiden," paparnya.

Pencapaian PDRB dan ekspor Maluku Utara tercatat sejalan dengan capaian realisasi investasi nasional semester I 2026 yang menembus Rp 1.010,6 triliun atau tumbuh 7,2%.

Porsi hilirisasi terhadap total investasi nasional meningkat dari 25% menjadi 30% dalam dua tahun terakhir, di mana lebih dari 75% realisasinya teralokasi di luar Pulau Jawa.

"Dalam 2 tahun terakhir ini yang tadinya kontribusi hilirisasi 25% sudah mencapai 30% dari total investasi yang masuk, dan lebih dari 75% realisasinya di luar Jawa, Bapak Presiden, dari hilirisasi," tandasnya.

Pertumbuhan industri di Maluku Utara salah satunya ditopang oleh operasional Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) seluas 3.000 hektar di Halmahera Tengah yang berdiri sejak 30 Agustus 2018.

Kawasan industri strategis nasional tersebut mencatatkan akumulasi investasi sebesar US$ 20 miliar yang meningkat menjadi US$ 27 miliar dengan tambahan investasi baru US$ 7 miliar, serta menyerap 117.000 tenaga kerja dengan total ekspor kawasan mencapai US$ 11 miliar.

"Jadi ini akan menjadikan ekosistem secara menyeluruh sudah ada di sini, kita akan menjadi rantai pasok global baterai kendaraan listrik. Dan tentunya seperti yang Bapak sampaikan, hilirisasi ini ujungnya adalah industrialisasi," tambahnya.

Kawasan industri pengolahan nikel tersebut didukung oleh kapasitas pembangkit listrik terpasang dan terbangun melebihi 7,1 Giga Watt (GW). Selain itu, operasional industri juga menyalurkan dana pemberdayaan masyarakat (Corporate Social Responsibility/CSR) sebesar lebih dari Rp 600 miliar yang menjangkau 32 desa di lingkar industri dan tambang.

(wia) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Prabowo Luncurkan Proyek Rp180 T, Disaksikan Budi Djiwandono-Haji Isam


Most Popular
Features