MARKET DATA

BPS Bongkar Jurang Konsumsi Daging di RI, Ini Faktanya!

Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia
08 October 2026 15:06
Seorang penjual daging sapi melayani pembeli di Pasar Cijantung, Jakarta Timur, Kamis (23/4/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Seorang penjual daging sapi melayani pembeli di Pasar Cijantung, Jakarta Timur, Kamis (23/4/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis laporan pengeluaran konsumsi masyarakat pada Maret 2026. Dalam laporan tersebut, terungkap jomplangnya konsumsi daging antara masyarakat pedesaan dan perkotaan.

Padahal, daging merupakan sumber protein hewani yang sangat penting untuk memenuhi gizi masyarakat.

Berdasarkan data BPS, rata-rata pengeluaran per kapita untuk daging pada Maret 2026 perkotaan tercatat Rp46.069 per bulan, sementara masyarakat pedesaan sebesar Rp31.744 per bulan.

Jenjang paling kentara adalah konsumsi daging sapi per kapita, di mana konsumsi perkotaan mencapai Rp1.784 per minggu, sementara di pedesaan hanya Rp586 per minggu.

Begitu juga dengan daging ayam ras atau broiler yang memiliki selisih cukup jauh, di mana konsumsi per kapita di perkotaan mencapai Rp6.342 per minggu, sementara di desa sebesar Rp4.236 per minggu.

Dibandingkan daging sapi dan ayam ras, masyarakat di perdesaan sepertinya lebih menggemari konsumsi daging ayam kampung dibandingkan dengan masyarakat perkotaan. Melansir BPS, konsumsi per kapita ayam kampung masyarakat pedesaan mencapai Rp1.135 per minggu, di atas perkotaan sebesar Rp568 per minggu.

Lebih rinci, berikut perbedaan rata-rata pengeluaran per kapita seminggu menurut jenis daging pada Maret 2026:

1. Daging sapi

Perkotaan: Rp1.784 per minggu

Pedesaan: Rp586 per minggu

2. Daging ayam ras atau broiler

Perkotaan: Rp6.342 per minggu

Pedesaan: Rp4236 per minggu

3. Daging ayam kampung

Perkotaan: Rp586 per minggu

Pedesaan: Rp1.135 per minggu

4. Daging sapi diawetkan/olahan daging sapi (sosis sapi, abon sapi, bakso sapi, dsb.)

Perkotaan: Rp500 per minggu

Pedesaan: Rp118 per minggu

5. Daging ayam diawetkan/olahan daging ayam (sosis ayam, abon ayam, bakso ayam, dsb.)

Perkotaan: Rp490 per minggu

Pedesaan: Rp159 per minggu

6. Lainnya (hati, jeroan, iga, kaki, buntut, kepala, dsb.)

Perkotaan: Rp389 per minggu

Pedesaan: Rp265 per minggu

7. Tetelan, sandung lamur

Perkotaan: Rp129 per minggu

Pedesaan: Rp36 per minggu

8. Daging lainnya diawetkan (olahan selain dari sapi & ayam)

Perkotaan: Rp66 per minggu

Pedesaan: Rp12 per minggu

9. Daging kerbau

Perkotaan: Rp23 per minggu

Pedesaan: Rp41 per minggu

10. Daging Kambing, domba

Perkotaan: Rp39 per minggu

Pedesaan: Rp44 per minggu

11. Daging babi

Perkotaan: Rp323 per minggu

Pedesaan: Rp667 per minggu

Dalam laporan Pengeluaran untuk Konsumsi Penduduk Indonesia Maret 2026 yang diunggah pada 5 Oktober 2026, BPS mencatat rata-rata pengeluaran per kapita per bulan mencapai Rp 1.657.281 pada Maret 2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan Rp 1.569.088 pada Maret 2025.

BPS mengatakan bahwa Kriteria klasifikasi perkotaan dan perdesaan menggunakan tiga indikator sebagai ukurannya.

"Kepadatan penduduk per km2, persentase keluarga pertanian, dan keberadaan/akses untuk mencapai fasilitas perkotaan seperti sekolah taman kanak-kanak, sekolah menengah pertama, sekolah menengah umum, pasar, pertokoan, rumah sakit, hotel/biliar/diskotek/panti-pijat/salon, persentase keluarga pengguna telepon kabel dan persentase keluarga pengguna listrik PLN (Perka BPS Nomor 268 Tahun 2025)," ungkap BPS.

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Pos Pengeluaran Pajak & Asuransi Warga RI Naik, Ini Penyebabnya!


Most Popular
Features