MARKET DATA

Bos Agrinas Incar 20% Pasar Biodiesel RI, Begini Rencana Besarnya

Ferry Sandi,  CNBC Indonesia
08 October 2026 13:25
PT Pertamina Patra Niaga meningkatkan produksi Biosolar B50. (Dok PT Pertamina Patra Niaga)
Foto: PT Pertamina Patra Niaga meningkatkan produksi Biosolar B50. (Dok PT Pertamina Patra Niaga)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) menargetkan pasokan biodiesel dari pengelolaan lahan sawitnya dapat menyumbang hingga 20% kebutuhan biodiesel Indonesia. Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) Mohammad Abdul Ghani mengatakan potensi tersebut berasal dari lahan sawit yang saat ini berada dalam pengelolaan Agrinas.

Dari sekitar 400.000 hektare lahan sawit yang dihitung dalam rencana pengembangan, Agrinas memperkirakan potensi produksinya dapat mencapai sekitar 1,4 juta kiloliter biodiesel. Angka tersebut dapat menjadi tambahan signifikan bagi pasokan biodiesel nasional.

"Kalau 400.000 hektare itu kita hitung bisa menghasilkan biodiesel sekitar 1,4 juta kiloliter. Kemudian kita juga punya pabrik biodiesel di Riau kapasitasnya 600.000 kiloliter, jadi kurang lebih bisa hampir 2 juta kiloliter," kata Ghani dalam diskusi bersama media di Jakarta, Kamis (8/10/26).

Tambahan produksi tersebut berpotensi menyumbang sekitar 11%-12% dari kebutuhan biodiesel nasional saat ini. Namun, kontribusinya dapat meningkat apabila seluruh potensi lahan sawit Agrinas nantinya dapat dimanfaatkan secara optimal.

Kebutuhan biodiesel Indonesia sendiri terus meningkat seiring kebijakan mandatori pencampuran biodiesel dengan solar. Karena itu, keberadaan sumber bahan baku dan kapasitas pengolahan menjadi penting untuk menjaga pasokan di dalam negeri.

Ghani mengatakan Agrinas tidak hanya melihat sawit sebagai komoditas perkebunan, tetapi juga sebagai bagian dari strategi ketahanan energi nasional. Minyak sawit yang dihasilkan dapat diolah lebih lanjut untuk memenuhi kebutuhan biodiesel.

"Kalau semua sawit kita yang ada di Agrinas ini nanti bisa kita manfaatkan, kontribusinya bisa sampai sekitar 20% dari kebutuhan biodiesel nasional. Jadi kita tidak hanya bicara perkebunan, tetapi juga bicara bagaimana sawit ini bisa mendukung ketahanan energi," ujarnya.

Dengan potensi produksi tersebut, Agrinas melihat perkebunan sawit yang dikelolanya dapat menjadi salah satu sumber tambahan pasokan energi terbarukan nasional.

"Ini potensi yang besar. Kalau kita kelola dengan baik, kita bisa memberikan kontribusi sekitar 20% untuk biodiesel nasional sekaligus memberikan nilai tambah dari lahan yang kita kelola," kata Ghani.

Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) Mohammad Abdul Ghani (dua dari kiri) dalam diskusi bersama media di Kuningan, Jaksel Kamis (8/10/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) Mohammad Abdul Ghani (dua dari kiri) dalam diskusi bersama media di Kuningan, Jaksel Kamis (8/10/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi) Foto: Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) Mohammad Abdul Ghani (dua dari kiri) dalam diskusi bersama media di Kuningan, Jaksel Kamis (8/10/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)

(dce) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Airlangga Ungkap Efek B50: RI Tak Perlu Impor Solar, Hemat US$177 M


Most Popular
Features