PTBA Optimistis Produksi Batu Bara Tembus 50 Juta Ton di Akhir 2026
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mengoptimalkan operasional di paruh kedua tahun ini untuk mengejar target produksi batu bara sebesar 50 juta ton sampai akhir 2026. Target tersebut dapat tercapai seiring peningkatan ritme penambangan setelah melewati musim hujan di awal tahun.
Direktur Utama PTBA Bambang Ismawan mengungkapkan bahwa realisasi produksi batu bara PTBA hingga semester I 2026 telah mencapai 19,45 juta ton.
"Kemudian produksi nanti sampai akhir tahun itu kurang lebih 50 juta. Dan kita memang setiap pertengahan tahun biasanya kita Januari, Februari, Maret hujan itu agak kurang, tetapi begitu April sampai akhir tahun itu bisa kita maksimalkan sehingga 50 juta target itu pasti tercapai," ujarnya di Jakarta, dikutip Kamis (8/10/2026).
Pencapaian target operasional tersebut ditopang oleh kinerja keuangan semester I 2026, yang mana laba bersih PTBA tumbuh 218% dari Rp 0,83 triliun pada semester I 2025 menjadi Rp 2,65 triliun. Pada periode yang sama, pendapatan perusahaan mencapai Rp 22,03 triliun dengan total volume penjualan sebesar 21,10 juta ton.
"Secara pendapatan ada kenaikan, dan ini mungkin yang agak menaik, naik cukup 280% laba bersih semester satu. Ini cukup tinggi dari yang tahun lalu hanya Rp 0,83 menjadi Rp 2,65 triliun laba bersih kita. Ini semester satu, dan Juli-Agustus juga bagus kita. Jadi sampai akhir tahun kita optimis bisa lebih dari rencana kerja kita, RKAP kita ya, itu melebihi dari itu," paparnya.
Dari total volume batu bara yang diproduksi dan dijual, PTBA mengandalkan angkutan kereta api Babaranjang dengan kapasitas 60 gerbong untuk mendistribusikan pasokan sebesar 28 juta ton menuju Pelabuhan Tarahan, Lampung.
"Kemudian ini gambaran ke mana sih batu bara yang kita jual. Kita yang banyak itu ke Lampung, Tarahan itu sekitar 28 juta ton menggunakan kereta. Jadi kalau Bapak Ibu sering ke Palembang kemudian Lampung lewat kok keretanya panjang enggak habis-habis, istilahnya Babaranjang gitu, batu bara rangkaian panjang itu 60 sekian gerbong. Itu batu bara PT Bukit Asam," tandasnya.
(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]