CLOSE AD
MARKET DATA

Siap-Siap Akan Ada Mandatori BBM Campur Etanol 20% E20 di 2027-2028

Firda Dwi Muliawati,  CNBC Indonesia
07 October 2026 17:30
BBM Pertamax Green (RON 95) PT Pertamina (Persero) di SPBU Pertamina MT Haryono, Jakarta Selatan, Senin (24/7/2023). (CNBC Indonesia/Firda Dwi Muliawati)
Foto: BBM Pertamax Green (RON 95) PT Pertamina (Persero) di SPBU Pertamina MT Haryono, Jakarta Selatan, Senin (24/7/2023). (CNBC Indonesia/Firda Dwi Muliawati)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah bersiap memberlakukan kebijakan kewajiban (mandatori) pencampuran etanol sebesar 20% (E20) pada Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis bensin pada 2027-2028. Hal itu disiapkan untuk menekan tingginya ketergantungan impor bensin nasional, sekaligus memperkuat kedaulatan energi.

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membeberkan bahwa rencana kebijakan E20 merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

Setelah pemerintah berhasil memangkas impor BBM jenis Solar melalui program B50, konsumsi bensin kini menjadi fokus utama pembenahan energi nasional.

"Karena kita sudah berangkat dari keberhasilan B50, maka kita akan mendorong untuk etanol. Etanol ini arahan Bapak Presiden, di tahun 2027-2028 kita akan bikin mandatori sebesar 20% dan ke depan kita akan bikin E50," ungkapnya dalam acara Investor Daily Summit 2026, Jakarta, Rabu (7/10/2026).

Bahlil menegaskan bahwa penetapan skema E20 pada 2027-2028 akan menjadi batu loncatan sebelum Indonesia beralih ke pencampuran yang lebih tinggi hingga E50. Jika target E50 berhasil diimplementasikan, impor bensin diproyeksikan bisa dipangkas sehingga Indonesia mampu mewujudkan kemandirian energi.

"Kalau E50 ini mampu kita lakukan, maka impor bensin kita akan bisa kita tekan seminimal mungkin untuk kemudian kita menuju kepada kemandirian energi agar semuanya bisa dari kita," tambahnya.

Menanggapi isu mengenai kesiapan penerapan bahan bakar nabati jenis bensin tersebut, Bahlil menegaskan agar tidak ada yang ragu untuk keberhasilan negara-negara lain. Dia mencontohkan Brasil dan Amerika Serikat yang telah menerapkan penggunaan E100 di beberapa wilayah, serta China dan India yang sudah memberlakukan mandatory E20.

"Etanol ini kan bahan bakunya dari singkong, kemudian jagung, lalu tebu. Jadi pola yang kita bangun adalah memanfaatkan nabati kita dengan potensi yang ada di darat, yang kemudian mampu melakukan penetrasi terhadap pertumbuhan ekonomi lokal untuk menciptakan lapangan pekerjaan," tandasnya.

Siapkan Lahan 2 Juta Hektare

Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto pada Rabu malam (16/9/2026) melakukan rapat terbatas bersama sejumlah Menteri Kabinet terkait dengan implementasi program campuran bahan bakar nabati bioetanol 20% atau E20.

Program itu ditargetkan akan diimplementasikan pada 2028 mendatang.

"Ratas dipimpin Bapak Presiden langsung kita membahas agar 2 tahun mendatang kita sudah bisa produksi paling kurang E20," kata Menko Pangan Zulkifli Hasan, usai rapat.

Dari rapat itu, menurut Zulhas mengatakan, Presiden meminta Menteri Pertanian Andi Amran menyiapkan rencana penyediaan lahan untuk memproduksi bahan baku bioetanol. Sedangkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara diminta untuk menyiapkan industri pengolahan.

"Danantara nanti industrinya ya, mengonversi Etanol itu yang paling memungkinkan ternyata dari tebu, ya. Menyiapkan lahannya lebih kurang 2 juta hektar. Ada yang dari luar Jawa, ada yang dari Jawa, ada dari Sumatra, akan siapkan," kata Zulhas.

"Dalam 2 tahun kita harus bekerja keras melihat perkembangan dunia sekarang, kita harus mampu untuk menghasilkan E20. Itu, kira-kira itu intinya tadi," tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Zulhas pun tidak menampik bahwa penyediaan lahan untuk bahan baku etanol kerap menjadi kendala. Namun setelah dibahas dalam rapat bisa di diputuskan bahwa ada alokasi lahan yang bisa disediakan seluas 2 juta hektare di Kalimantan, Sumatra, Papua, dan Jawa untuk tanaman tebu.

"Untuk tahap pertama tadi itu 2 juta hektare, bottleneck-nya lahan, ya. Tapi setelah dipetakan, ditugaskan kepada BUMN dan Pak Mentan tadi dipetakan, kemungkinan kita akan dapat 2 juta itu," tuturnya.

Lebih lanjut, menurutnya kebijakan ini tidak hanya berhenti di E20, melainkan campuran etanol dalam bensin akan ditingkatkan hingga komposisi 50% atau (E50).

"E20 dalam negeri semuanya. Bertahap kita akan menuju E50 seperti B50, tapi yang pertama ini E20. Jangka panjang akan menuju E50," tuturnya.

(wia) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Sukseskan BBM Bioetanol E20, Zulhas Bakal Tambah Kebun Tebu Cs


Most Popular
Features