CLOSE AD
MARKET DATA

Jika PLTS 100 GW Tuntas, RI Bisa Hemat Subsidi Listrik Rp73 Triliun

Firda Dwi Muliawati,  CNBC Indonesia
07 October 2026 17:05
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (CNBC Indonesia/Firda Dwi Muliawati)
Foto: Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (CNBC Indonesia/Firda Dwi Muliawati)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto mendorong terlaksananya pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 Giga Watt peak (GWp). Jika proyek itu tuntas, bisa dipastikan bisa mengurangi beban subsidi listrik dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menteri Koordinator (Menko) Hilirisasi dan Transisi Energi merangkap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan, Indonesia membutuhkan sebesar US$ 73 miliar untuk pelaksanaan keseluruhan proyek PLTS 100 GWp itu.

"InsyaAllah kalau semua selesai, kita mampu melakukan efisiensi terhadap subsidi APBN kurang lebih Rp70 sampai Rp73 triliun," terang Bahlil usai Investor Daily Summit 2026, Rabu (7/10/2026).

Bahlil menyatakan, bahwa sampai sekarang total subsidi dan kompensasi untuk kelistrikan kurang lebih mencapai Rp200 triliun. Maka itu, perlu inovasi dan Gerakan cepat untuk mengurangi nilai subsidi tersebut.

"Sebagai komitmen dari apa yang diarahkan oleh Bapak Presiden (Prabowo Subianto) terkait dengan transisi energi, RUPTL pada tahun 2025-2034 sekarang yang kapasitas terpasang itu kurang lebih sekitar 80 sampai 90 Giga Watt. Nah, kita bangun lagi 69,5 Giga Watt, itu 70%-nya adalah energi baru terbarukan," ungkap Bahlil.

Pemerintah mendorong energi baru dan terbarukan di Indonesia terus berkembang. Mulai dari pembangkit gas, matahari, angin hingga pembangkit air.

"Kita dorong semua. Sudah tentu dengan harga yang kompetitif untuk kemudian dikerjasamakan dengan PLN," tegas Bahlil.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]
Next Article DPR Usulkan Subsidi BBM Cs Diganti ke Orang, Ini Tanggapan ESDM


Most Popular
Features