550 WNI Digerebek, Terjebak Kerjaan Tipu-Tipu Online Tetangga RI
Jakarta, CNBC Indonesia - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Phnom Penh, langsung turun tangan mengunjungi 550 Warga Negara Indonesia Bermasalah (WNIB) yang kini ditahan di Detensi Sementara Kong Va, Kota Serei Saophoan, Provinsi Banteay Meanchey, Kamboja, Selasa. Kunjungan ini merupakan langkah cepat untuk memastikan kondisi para WNI sekaligus memberikan layanan dan akses kekonsuleran.
Mengutip rilis Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Rabu (7/10/2026), ratusan WNI tersebut dijebloskan ke ruang detensi setelah terjaring dalam operasi pemberantasan penipuan dan judi daring yang dilakukan oleh kepolisian setempat pada 4 Oktober lalu. Penggerebekan besar-besaran itu berlokasi di Gedung One Avenue, Desa Samaki Meanchey, Komune O'Chrov, Kota Poipet, Provinsi Banteay Meanchey.
Jumlah masif ini resmi mencetak rekor kelam sebagai penangkapan WNI dalam satu operasi dengan jumlah terbesar yang pernah terjadi di Kamboja. Sebelumnya, rekor jumlah penangkapan terbesar tercatat pada bulan Agustus 2024 lalu di Sihanoukville, yang melibatkan 330 WNI.
Dalam kunjungan krusial tersebut, pihak KBRI memastikan bahwa kondisi para WNIB secara umum dalam keadaan baik. Mereka secara tegas mengingatkan para WNI untuk senantiasa menjaga ketertiban dan mematuhi seluruh arahan petugas keamanan. Selain itu, para WNI yang masih memegang paspor pribadinya diminta untuk segera menyerahkannya kepada pihak berwenang guna mendukung kelancaran proses pendataan dan administrasi dokumen.
Dalam pertemuan terpisah dengan perwakilan KBRI Phnom Penh, Wakil Gubernur Provinsi Banteay Meanchey Hill Raya dan Wakil Kepala Kepolisian Daerah Banteay Meanchey Brigadir Jenderal Ly Hour menyampaikan komitmen teguh otoritas Kamboja. Keduanya berjanji akan mendorong percepatan pemindahan ratusan WNIB tersebut ke Phnom Penh untuk selanjutnya memproses deportasi mereka kembali ke Tanah Air. Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI Phnom Penh, Krishnajie Partadireja, menyambut baik langkah taktis dan koperatif tersebut.
"Kami menghargai kerja sama otoritas Banteay Meanchey dan berharap proses pemindahan serta deportasi dapat dilakukan sesegera mungkin sesuai prosedur yang berlaku. KBRI berkomitmen untuk mendukung kelancaran proses tersebut," ungkapnya.
Menanggapi skala penangkapan yang sangat besar ini, KBRI Phnom Penh memastikan akan terus memberikan layanan serta pendampingan kekonsuleran secara penuh sesuai ketentuan, dan berkoordinasi intensif dengan otoritas Kamboja dalam penanganan kasus ini. Krishnajie juga kembali melontarkan imbauan keras kepada seluruh WNI di Kamboja agar tidak sekali-kali terlibat dalam pusaran kegiatan ilegal, termasuk sindikat penipuan dan judi daring.
"Jangan tergiur pekerjaan yang tidak jelas, apalagi yang berpotensi melanggar hukum," tegas Partadireja.
(tps/sef) [Gambas:Video CNBC]