Sumbang 30%, Investasi Hilirisasi RI Tembus Rp650 Triliun
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan P Roeslani mencatat, hilirisasi menjadi penyumbang terbesar dari keseluruhan investasi di Indonesia.
Rosan menyebutkan sektor hilirisasi sendiri menyumbang 30% dari total investasi yang masuk ke Indonesia pada periode 2025 sampai 2026. Angka tersebut setara dengan Rp 650 triliun dari estimasi total investasi nasional yang mencapai Rp 2.041,3 triliun.
"Karena hilirisasi menjadi salah satu pilar utama dalam kita mendapatkan investasi juga ya. Karena kurang lebih sekarang total investasi yang masuk ke Indonesia dari 2025 sampai ke 2026 ini kurang lebih itu 30% dari total investasi. Nah, kalau total investasi kita kurang lebih Rp 2.000 triliun, berarti kalau 30%-nya itu kan kurang lebih sampai Rp 650 triliun ya," paparnya.
Rosan mengatakan, sektor hilirisasi terbagi dalam beberapa bagian, salah satunya elektrifikasi dari rantai pasok tambang hingga kendaraan listrik. Pada sektor tersebut, Indonesia telah mengoperasikan dua pabrik sel baterai milik Hyundai, CATL, dan IBC, di mana satu dari enam mobil baru yang terjual di Indonesia merupakan kendaraan listrik berbasis baterai.
"Pertama, elektrifikasi. Dari tambang ke sel baterai ke mobil listrik. Indonesia sekarang membuat sel baterai di dua pabrik besar dengan Hyundai dan juga dengan CATL dan IBC, perusahaan milik negara kami, yang mulai beroperasi secara bertahap pada bulan Agustus. Sekarang, 1 dari 6 mobil baru yang dijual di Indonesia sepenuhnya listrik, dan lebih dari 2/3 di antaranya dirakit di sini di Indonesia," tandasnya.
(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]