Alert! 3 Gunung di RI Erupsi Bersamaan Hari Ini
Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan telah terjadi erupsi pada tiga gunung. Diantaranya Gunung Semeru Jawa Timur, Gunung Ibu Maluku Utara dan Gunung Ili Lewotolok Nusa Tenggara Timur.
Untuk Gunung Semeru, terjadi erupsi pada hari Selasa, 06 Oktober 2026, pukul 07:42 WIB tinggi kolom abu teramati ± 800 m di atas puncak. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 121 detik.
"Tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," terang Badan Geologi, dikutip Selasa (6/10/2026).
Diimbau juga, untuk tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).
"Mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," jelasnya.
Gunung Ibu
Untuk Gunung Ibu, Terjadi erupsi pada pukul 09:19 WIT. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 20 mm dan durasi 38 detik.
"Masyarakat di sekitar Gunung Ibu dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 2 km dan perluasan sektoral berjarak 3.5 km ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif Gunung Ibu," terang Badan Geologi.
Gunung Ili Lewotolok
Dan Gunung Ili Lewotolok erupsi pada pukul 10:26 WITA tinggi kolom abu teramati ± 600 m di atas puncak. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 38.9 mm dan durasi 43 detik.
"Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 km dan 3 km sektor selatan dan tenggara dari pusat aktivitas G. Ili Lewotolok,"
"Mewaspadai potensi ancaman bahaya guguran/longsoran lava dan awan panas pada sektor selatan dan tenggara, sektor barat, serta sektor timur laut G. Ili Lewotolok," jelas Badan Geologi.
(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]