El Nino Sangat Kuat, BMKG Keluarkan Peringatan-Prediksi Terbaru
Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi fenomena anomali iklim El Nino sangat kuat masih terjadi. Tidak hanya itu, indeks Indian Ocean Dipole (IOD) juga terkonfirmasi positif.
Dalam Analisis Dinamika Atmosfer Dasarian III September 2026 yang dirilis BMKG pada Senin (5/10/2026) dipaparkan hasil monitoring pada Dasarian III September 2026 yang menunjukkan indeks IOD dasarian (indeks bulanan) sebesar +0,99, (September: +0,72).
Sementara nilai Anomali SST (Sea Surface Temperature/Suhu Muka Laut) di region Nino3.4 secara dasarian sebesar +3,44. Indeks ENSO 3 bulanan (Juli-Agustus-September) sebesar +2,70. BMKG menyatakan, kondisi ini menunjukkan El Nino event dengan intensitas sangat kuat.
Kombinasi kedua fenomena ini menyebabkan musim kemarau di Indonesia sangat panas dan curah hujan berkurang signifikan.
Sebelumnya, pada 22 September 2026 lalu, BMKG pun telah mengumumkan, akibat kedua fenomena yang terjadi bersamaan, memperparah dan memperpanjang periode kekeringan di sebagian besar wilayah Indonesia. Akibatnya, Musim Hujan periode 2026/2027 diprediksi bakal datang terlambat dengan rentang periode yang lebih singkat.
Menurut BMKG, per Dasarian III September 2026, sekitar 5,7% wilayah Indonesia atau 40 Zona Musim (ZOM) memasuki Musim Hujan. Wilayah tersebut adalah sebagian di sebagian wilayah Jambi, Sumatra Selatan, Jambi, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua dan Papua Pegunungan.
Untuk periode dasarian I-III bulan Oktober 2026, BMKG memprediksi curah hujan umumnya diprediksi berada kriteria Rendah-Menengah (0-150 mm/dasarian).
Sementara, BMKG mengeluarkan peringatan dini kategori Waspada curah hujan tinggi di beberapa kabupaten/kota di provinsi Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Bengkulu. Peringatan ini berlaku untuk Dasarian I bulan Oktober 2026.
Saat ini tidak ada peringatan dini kategori Siaga dan Awas untuk potensi curah hujan tinggi di periode Dasarian I bulan Oktober 2026.
Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis
Di sisi lain, BMKG mengeluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis untuk periode Dasarian I bulan Oktober 2026.
Berikut detilnya:
- Waspada
Beberapa kabupaten di Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Maluku, Papua Barat, dan Papua Selatan
- Siaga
Beberapa kabupaten di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Sulawesi Utara, Maluku Utara, dan Papua Selatan
- Awas
Beberapa kabupaten di Provinsi Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah,
Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Sulawesi Utara, Maluku, Maluku Utara, dan Papua Selatan.
Sementara, hasil monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH) pemutakhiran Dasarian III September 2026, ribuan titik di wilayah Indonesia mengalami HTH ekstrem panjang, yaitu tidak turun hujan selama lebih dari 60 hari berturut-turut.
BMKG mencatat, ada 250 titik mengalami HTH Panjang, 313 titik mengalami Sangat Panjang, dan HTH Ekstrem Panjang di 1.869 titik.
Menurut BMKG, HTH terpanjang selama 151 hari dilaporkan terjadi di pos hujan BPP (Bala Penyuluh Pertanian) Pajangan, kabupaten Bantul, DI Yogyakarta.
ANALISIS & PREDIKSI ENSO (PEMUTAKHIRAN DASARIAN III SEPTEMBER 2026), dirilis BMKG 5 Oktober 2026. (BMKG) Foto: ANALISIS & PREDIKSI ENSO (PEMUTAKHIRAN DASARIAN III SEPTEMBER 2026), dirilis BMKG 5 Oktober 2026. (BMKG) |
