CLOSE AD
MARKET DATA
Internasional

China & Tetangga RI Bikin Pangkalan Militer Baru, Jet Terlihat Satelit

sef,  CNBC Indonesia
06 October 2026 22:00
Sebuah citra satelit memperlihatkan fasilitas pelatihan gabungan China-Laos yang baru, dengan landasan pacu yang sedang diperluas, di Ban Keun, Provinsi Vientiane, Laos, pada 30 September 2026. (Vantor/Handout via REUTERS)
Foto: Sebuah citra satelit memperlihatkan fasilitas pelatihan gabungan China-Laos yang baru, dengan landasan pacu yang sedang diperluas, di Ban Keun, Provinsi Vientiane, Laos, pada 30 September 2026. (via REUTERS/Vantor)

Jakarta, CNBC Indonesia - China dan Laos tengah membangun fasilitas latihan militer bersama yang mulai menunjukkan aktivitas penerbangan dan kendaraan militer. Citra satelit yang ditinjau Reuters memperlihatkan sejumlah pesawat serang ringan serta kendaraan pendukung berada di lokasi tersebut.

Citra yang diambil pada 30 September 2026 oleh perusahaan satelit komersial Vantor menunjukkan sedikitnya delapan pesawat yang oleh sejumlah analis keamanan diidentifikasi sebagai K-8, atau Hongdu JL-8. Selain itu, terlihat lebih dari 20 kendaraan pendukung berada di landasan yang masih dalam tahap pembangunan.

Lokasi tersebut berada di Ban Keun, dekat Vientiane, ibu kota Laos. Kementerian Pertahanan China mengumumkan pembentukan fasilitas latihan bersama tersebut pada 29 September lalu.

Perkembangan fasilitas ini menjadi perhatian analis militer dan pejabat pertahanan di kawasan. Sejumlah pakar menilai pembangunan Ban Keun berpotensi menjadi bagian dari perluasan kehadiran militer China di Asia Tenggara.

Analis senior Australian Strategic Policy Institute, Rachel Vandenbrink, mengatakan pemilihan Ban Keun kemungkinan lebih didorong oleh peluang strategis yang tersedia daripada kebutuhan operasional tertentu.

"Laos memiliki nilai geostrategis sebagai pijakan yang mudah diakses di daratan Asia Tenggara, mengingat negara tersebut berbatasan langsung dengan China dan memiliki hubungan infrastruktur yang kuat, termasuk jalur kereta api," kata Vandenbrink, dibuat Reuters, Senin (6/10/2026).

Pesawat yang terlihat dalam citra satelit tersebut diyakini merupakan K-8, pesawat bermesin jet dua kursi yang digunakan untuk latihan sekaligus memiliki kemampuan serangan ringan. Pesawat ini dikembangkan bersama oleh China dan Pakistan dan telah diekspor ke sejumlah negara.

Menurut International Institute for Strategic Studies (IISS), Laos saat ini memiliki empat pesawat jenis tersebut. Analis keamanan Collin Koh bahkan menilai kondisi operasional pesawat K-8 milik Laos masih dipertanyakan.

Bisa Jadi Pangkalan Lebih Besar

Pembangunan fasilitas Ban Keun kini menjadi perhatian karena sejumlah fasilitas pendukung militer masih terus dikerjakan.

Para analis akan mengamati apakah ke depan lokasi tersebut dilengkapi sistem pertahanan udara, fasilitas penyimpanan amunisi dan bahan bakar, serta perangkat pengawasan. Kehadiran fasilitas-fasilitas tersebut dapat menjadi indikasi bahwa fungsi pangkalan tidak hanya terbatas pada latihan militer.

Analis keamanan yang berbasis di Singapura, Alexander Neill, mengatakan landasan yang terlihat saat ini memang relatif pendek. Namun, desainnya dinilai memungkinkan adanya perluasan sehingga dapat digunakan oleh pesawat yang lebih besar.

Menurutnya, perluasan tersebut berpotensi memungkinkan operasi pesawat intelijen sinyal maupun pesawat pengawasan elektronik yang dapat memperluas jangkauan China di Asia Tenggara.

China sendiri selama ini dinilai belum memiliki jaringan fasilitas militer luar negeri yang luas. Kehadiran militernya di luar negeri antara lain mencakup pangkalan logistik di Djibouti serta akses pelabuhan di Ream, Kamboja.

Jika Ban Keun berkembang menjadi fasilitas militer dengan fungsi yang lebih luas, keberadaannya dapat memberikan China pijakan strategis baru di daratan Asia Tenggara.

Pernah Jadi Pangkalan Rahasia CIA

Menariknya, lokasi Ban Keun bukanlah kawasan militer yang sepenuhnya baru. Area tersebut pernah digunakan Amerika Serikat (AS) secara rahasia pada masa Perang Vietnam.

Pada era perang melawan pasukan komunis di Laos pada 1970-an, Ban Keun dikenal sebagai "Lima Site 44". Lapangan udara tersebut digunakan oleh Air America, maskapai yang secara diam-diam dimiliki oleh Central Intelligence Agency (CIA) AS.

Berdasarkan catatan sejarah yang dibagikan kepada Reuters, Air America digunakan untuk mengangkut pasukan yang didukung AS dari komunitas Hmong serta membawa pasokan ke berbagai landasan udara di kawasan pegunungan Laos.

Ban Keun bahkan telah digunakan sejak 1968 sebagai salah satu titik operasi helikopter Air America untuk mengirim pasukan Hmong ke sejumlah wilayah konflik.

Kini, lebih dari lima dekade kemudian, lokasi yang pernah menjadi bagian dari operasi rahasia AS tersebut kembali menjadi perhatian karena pembangunan fasilitas militer yang melibatkan China dan Laos.

Kementerian Pertahanan China, Kedutaan Besar Laos di Bangkok, maupun Kementerian Luar Negeri Laos belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar Reuters mengenai perkembangan fasilitas tersebut.

(sef) [Gambas:Video CNBC]
Next Article 2 Jenderal Militer Dipecat, Disebut Tak Setia & Korupsi


Most Popular
Features