Trump Mendadak Tarik Bomber Nuklir AS dari Inggris, Ini Alasannya
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan ancaman yang berkaitan dengan Iran menjadi alasan Amerika Serikat menarik pesawat pengebom B-1 dari pangkalan udara Inggris.
Pesawat-pesawat tersebut sebelumnya ditempatkan di RAF Fairford, pangkalan utama AS untuk pesawat pengebom di Eropa. Pesawat itu juga baru-baru ini digunakan dalam serangan AS terhadap Iran.
Keputusan menarik bomber tersebut dilakukan setelah lima pria Inggris ditangkap pekan lalu di sekitar pangkalan. Mereka diduga tengah mempersiapkan aksi teror. Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyebut Fairford sebagai salah satu target yang sah.
"Kami mendapat informasi bahwa mungkin ada ancaman, dan untuk apa saya membiarkan mereka tetap di sana? Biayanya sangat kecil untuk memindahkan mereka," kata Trump, Senin (5/10/2026), dilansir Reuters.
"Jadi kami mendapat ancaman, dan jika kami akan diancam, kami tinggal memindahkan mereka, dan itu semacam menghilangkan ancaman tersebut. Dan kami sebenarnya tahu orang-orang yang membuat ancaman itu," lanjutnya.
Ketika ditanya apakah pihak yang dimaksud memiliki kaitan dengan Iran, Trump menjawab, "Mereka akan terkait dengan Iran."
Wakil Presiden AS JD Vance sebelumnya mengatakan pemindahan bomber dilakukan sebagai langkah berjaga-jaga.
"Kami cukup yakin bahwa Iran, Anda tahu, mereka sedang mencoba melakukan apa yang telah dilakukan negara Iran selama 49 tahun, yaitu terlibat dalam tindakan terorisme terhadap Amerika Serikat (dan pihak lainnya). Jadi kami sangat berhati-hati, dan hanya itu yang bisa saya katakan mengenai hal tersebut," kata Vance kepada wartawan.
Namun, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan tidak ada hubungan langsung antara penarikan mendadak pesawat pengebom tersebut dengan dugaan rencana yang melibatkan Iran. Menurut dia, Pentagon "terus-menerus mengalokasikan kembali sumber daya ke tempat yang membutuhkannya."
Sumber militer NATO mengatakan pada Senin bahwa Iran masih dipandang sebagai ancaman serius terhadap aset-aset militer AS yang berada di Inggris.
"Masih diyakini bahwa Iran menimbulkan ancaman akut terhadap aset-aset AS di Inggris," kata sumber tersebut.
Meski banyak bagian dari insiden ini masih belum terungkap, Perdana Menteri Inggris Andy Burnham mengatakan dugaan rencana tersebut kemungkinan mendapat dukungan dari Iran.
Iran membantah tuduhan keterlibatan dalam rencana tersebut. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi melalui X mengatakan, "Saya dapat memastikan bahwa keyakinan Iran bahwa membebaskan orang-orang yang diduga teroris yang bekerja untuk negara asing sudah menjelaskan semuanya. Kalian mencari di tempat yang salah."
Pangkalan Penting untuk Serangan AS
Rubio mengatakan AS yakin seluruh pangkalannya berada dalam kondisi aman.
RAF Fairford berjarak sekitar 145 kilometer sebelah barat London. Pangkalan ini merupakan salah satu fasilitas militer AS paling penting di Eropa karena hanya sedikit pangkalan yang mampu menampung pesawat pengebom berat seperti B-1.
Fairford sebelumnya memainkan peran penting dalam sejumlah operasi militer AS di Timur Tengah. Namun, pesawat pengebom AS tidak ditempatkan secara permanen di pangkalan tersebut.
Dalam konflik yang sedang berlangsung, AS hanya mendapat izin menggunakan Fairford untuk menyerang situs rudal Iran yang digunakan untuk menyerang kapal-kapal di Selat Hormuz, atau yang disebut sebagai serangan defensif. Pemerintah Inggris menolak memberikan izin kepada AS untuk menggunakan pangkalan militernya dalam serangan ofensif terhadap Iran.
Kebijakan tersebut telah membuat hubungan AS dan Inggris menjadi lebih tegang, meskipun Inggris selama ini merupakan salah satu sekutu terdekat Washington.
Seorang pejabat Pentagon pada Minggu mengonfirmasi seluruh pesawat pengebom AS yang sebelumnya dikerahkan ke Fairford telah kembali menuju pangkalan mereka di Amerika Serikat.
Pentagon mengatakan armada pesawat pengebom AS tetap siap memberikan kemampuan serangan presisi secara global "di mana saja, kapan saja".
The New York Times, mengutip dua pejabat AS, melaporkan bahwa militer AS terburu-buru memindahkan pesawat-pesawat tersebut pada akhir pekan setelah para komandan menerima ancaman baru mengenai rencana yang didukung Iran.
Beberapa pesawat bahkan disebut telah meninggalkan pangkalan ketika pesawat tanker pengisi bahan bakar di udara masih dikerahkan.
Seorang pejabat AS menolak berkomentar mengenai laporan tersebut. Pemerintah Inggris juga tidak memberikan komentar, meskipun juru bicara Burnham mengatakan pangkalan tersebut dalam kondisi aman.
Christoph Bergs, analis riset di lembaga kajian pertahanan Royal United Services Institute, mengatakan pemindahan tersebut dalam jangka pendek akan mengurangi kemampuan AS untuk dengan cepat meningkatkan jumlah misi serangan terhadap Iran.
Menurutnya, langkah itu "sedikit mengurangi tingkat ancaman".
Namun, Bergs mencatat penggunaan Fairford memang sudah terbatas karena Inggris hanya mengizinkan serangan defensif. Pesawat-pesawat tersebut kini berpotensi dikirim ke Diego Garcia atau pangkalan di kawasan Teluk.
Penempatan di lokasi tersebut dapat mengurangi kebutuhan pengisian bahan bakar di udara untuk menempuh jarak yang lebih jauh. Meski demikian, keputusan tersebut akan bergantung pada ketersediaan kapasitas, negosiasi dengan negara sekutu, serta faktor keamanan.
Â
(luc/luc) [Gambas:Video CNBC]