MARKET DATA
Internasional

Trump Kasih Sinyal ke Kim Jong Un, Ada Apa AS-Korut?

tfa,  CNBC Indonesia
05 October 2026 06:05
U.S. President Donald Trump shakes hands with North Korean leader Kim Jong Un as they meet at the demilitarized zone separating the two Koreas, in Panmunjom, South Korea, June 30, 2019. KCNA via REUTERS    ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE WAS PROVIDED
Foto: Donald Trump Bertemu Kim Jong Un (KCNA via REUTERS)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali membuka peluang hubungan dengan Korea Utara setelah mengklaim memiliki hubungan yang sangat baik dengan pemimpin negara itu, Kim Jong Un. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah spekulasi bahwa Trump ingin menghidupkan kembali diplomasi langsung dengan Pyongyang.

Dalam rapat umum kampanye di Ohio, Sabtu pekan lalu, Trump menekankan pentingnya menjaga hubungan baik dengan para pemimpin negara yang memiliki persenjataan nuklir.

"Saya berhubungan sangat baik dengan Kim Jong-un," ujar Trump, seraya menyebut hubungan baik dengan pemimpin negara berkekuatan nuklir sebagai sesuatu yang positif, seperti dikutip Yonhap, Senin (5/10/2026).

Trump juga menyinggung hubungannya dengan Presiden China Xi Jinping saat membela pendekatannya terhadap para pemimpin negara besar. Menurut dia, menjaga komunikasi dengan para pemimpin tersebut penting karena mereka memiliki kemampuan militer yang besar.

Pernyataan Trump muncul setelah pada Agustus lalu ia menyampaikan harapan untuk bertemu kembali dengan Kim sebelum akhir tahun. Hal itu memicu spekulasi bahwa Trump ingin menghidupkan kembali diplomasi personal yang sebelumnya menghasilkan tiga pertemuan dengan Kim, yakni di Singapura pada 2018, Hanoi pada 2019, dan Panmunjom di perbatasan Korea pada 2019.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Tommy Pigott pada Jumat mengatakan Trump tidak melihat pembicaraan dengan Korea Utara sebagai sebuah "konsesi". Ia menegaskan Washington terbuka untuk berkomunikasi dengan Pyongyang selama langkah tersebut sejalan dengan kepentingan nasional AS.

Dalam kampanye tersebut, Trump juga menyebut pentingnya menjalin hubungan baik dengan seseorang yang memiliki "112 rudal nuklir". Namun, ia tidak menjelaskan sumber angka tersebut ataupun apakah yang dimaksud adalah jumlah rudal atau persenjataan nuklir Korea Utara.

Angka itu juga berbeda dari pernyataan Trump pada Agustus yang menyebut Korea Utara memiliki 57 senjata nuklir. Perbedaan tersebut membuat rujukan Trump mengenai angka 112 masih belum jelas.

Sementara itu, Korea Utara tetap menolak seruan denuklirisasi dan menegaskan statusnya sebagai negara pemilik senjata nuklir tidak dapat diubah. Sikap Pyongyang tersebut berpotensi menjadi tantangan utama jika Trump benar-benar berupaya membuka kembali perundingan dengan Kim Jong Un.

(tfa/tfa) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Kim Jong Un Ngamuk! Korut Tembakan Rudal ke Laut Jepang


Most Popular
Features