MARKET DATA

Warga Ramai Naik Feri dan Kereta, Penumpang Pesawat Melandai

Arrijal Rachman ,  CNBC Indonesia
01 October 2026 14:05
Ilustrasi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). (Dok. ASDP)
Foto: Ilustrasi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). (Dok. ASDP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jumlah penumpang pada sejumlah moda transportasi mengalami peningkatan pada Agustus 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan terbesar terjadi pada angkutan penyeberangan (ASDP), sementara angkutan udara justru mencatat penurunan jumlah penumpang.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan jumlah penumpang angkutan penyeberangan pada Agustus 2026 mencapai 4,66 juta orang atau naik 20,13% secara tahunan (year-on-year/yoy).

"Kenaikan tertinggi terjadi pada angkutan penyeberangan yang tumbuh 20,13% dibandingkan Agustus tahun lalu," ujar Ateng dalam konferensi pers BPS, Kamis (1/10/2026).

Selain ASDP, jumlah penumpang angkutan laut domestik juga meningkat. Pada Agustus 2026, jumlah penumpang kapal laut tercatat mencapai 2,70 juta orang atau naik 8,09% dibandingkan Agustus 2025.

Sementara itu, moda transportasi kereta api masih menjadi yang paling banyak digunakan masyarakat. BPS mencatat jumlah penumpang kereta api mencapai 48,32 juta orang pada Agustus 2026, meningkat 6,01% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Di sisi lain, angkutan udara mengalami pelemahan. Jumlah penumpang penerbangan domestik tercatat sebanyak 4,84 juta orang atau turun 4,61% secara tahunan.

Adapun jumlah penumpang penerbangan internasional juga mengalami penurunan, meski relatif tipis. Pada Agustus 2026, jumlah penumpang internasional tercatat 1,91 juta orang atau turun 0,75% dibandingkan Agustus tahun lalu.

Tak hanya pergerakan penumpang, BPS juga mencatat peningkatan aktivitas pengangkutan barang pada sejumlah moda transportasi.

Jumlah barang yang diangkut melalui angkutan laut domestik mencapai 46,93 juta ton pada Agustus 2026 atau naik 7,66% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan ini menunjukkan aktivitas distribusi barang melalui jalur laut masih terus menguat.

Pengangkutan barang menggunakan kereta api juga mengalami pertumbuhan. Volume barang yang diangkut mencapai 6,75 juta ton atau meningkat 5,48% secara tahunan.

Sebaliknya, angkutan udara domestik untuk barang mengalami kontraksi. BPS mencatat volume barang yang diangkut melalui pesawat domestik hanya mencapai 49 ribu ton atau turun 7,66% dibandingkan Agustus 2025.

Data ini menunjukkan pergerakan masyarakat dan distribusi logistik melalui moda transportasi darat, laut, dan penyeberangan masih tumbuh positif, sementara sektor penerbangan masih menghadapi tekanan, baik dari sisi penumpang maupun angkutan barang. Hal ini kemungkinan dipengaruhi oleh harga tiket pesawat yang meningkat tajam akibat harga avtur.

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]
Next Article RI Deflasi 0,14% pada Juli 2026, Didorong Harga Bawang & Cabai Merah


Most Popular
Features