Luhut Bocorkan Subsidi Barang Bakal Diubah Jadi Uang Tunai
Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah, Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan pemerintah berencana untuk mengubah skema penyaluran subsidi yang biasanya diberikan dalam bentuk barang menjadi transfer dana tunai (cash transfer) langsung kepada masyarakat penerima.
Luhut menegaskan rencana ini juga sudah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto. Namun, ia tidak menyampaikan bagaimana tanggapan Presiden Prabowo terkait rencana ini.
"Nanti ke depan, kita ini dalam over time, mungkin dalam 1-2 tahun ke depan, subsidi itu akan kita, saya sudah lapor Presiden, tidak lagi pada barang. Langsung pada manusia, jadi cash," kata Luhut dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, dikutip dari Detikcom, Kamis (1/9/2026).
Dalam kesempatan ini, Luhut juga menjelaskan saat ini pemerintah tengah melakukan digitalisasi dan penyatuan data lintas sektor dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) terkait dengan data Perlinsos digital.
Dia menjelaskan, pemerintah memadankan data dari berbagai Kementerian/Lembaga semisal Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) di bawah Kementerian Dalam Negeri, data kepemilikan tanah dari Kementerian ATR/BPN, kemudian data kepemilikan kendaraan di Polri dan masih banyak lagi.
Menurut Luhut, proses integrasi dan digitalisasi data akan membuat daftar penerima bansos semakin solid, yang mana proses pemadanan data lintas Kementerian dan Lembaga ini tuntas pada akhir 2026.
Dengan begitu, skema pemberian bansos dengan data baru dapat dilakukan mulai awal 2027 nanti. Artinya mulai tahun depan, daftar penerima bantuan sosial ini akan bersumber dari hasil pemadanan data lintas sektor yang dibantu AI ini.
"2027 kita bagi bansos. Kita akan mencoba kuartal pertama tahun depan kita bagi bansos, tapi itu subject kepada keberhasilan kita sampai akhir tahun," lanjut Luhut.
(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]