Kronologi Pembajakan Flydubai 174 Orang, Kopilot Mau Jatuhkan Pesawat
Jakarta, CNBC Indonesia - Pesawat Flydubai tujuan Israel dari Uni Emirat Arab (UEA) terpaksa melakukan pendaratan darurat di Tabuk, Arab Saudi, setelah kopilot diduga menikam kapten dan berusaha mengambil alih kendali pesawat.
Insiden pada Rabu itu melibatkan 174 penumpang, mayoritas warga Israel, sebelum aksi tersebut digagalkan penumpang dan awak kabin. Penerbangan FZ1073 berangkat dari Dubai menuju Tel Aviv dengan Boeing 737 MAX 8.
Kronologi bermula ketika kedua pilot dilaporkan terlibat perkelahian di kokpit. Menurut pejabat Israel yang dikutip Reuters, Kamis (1/10/2026), kopilot diduga menikam kapten hingga terluka, sementara pesawat kemudian kehilangan ketinggian secara drastis, turun hampir 14.000 kaki dalam waktu kurang dari 30 detik.
Situasi berubah ketika penumpang dan awak kabin masuk ke kokpit untuk menghentikan kopilot. Kapten yang terluka disebut masih sempat membuka pintu kokpit, sementara sejumlah penumpang kemudian menahan pelaku dan dua pilot Flydubai lainnya yang kebetulan berada di dalam pesawat mengambil alih kendali.
Pesawat selanjutnya dialihkan ke Tabuk dan mendarat sekitar pukul 09.45 waktu setempat. Pengelola bandara menyatakan kapten dan kopilot ditemukan terluka dan langsung dibawa ke rumah sakit, sedangkan seluruh penumpang dilaporkan selamat.
Data Flightradar menunjukkan pesawat sempat mengirim sinyal keadaan darurat dan kemudian kode yang mengindikasikan kemungkinan gangguan ilegal terhadap penerbangan. Pesawat juga berbelok kembali menuju wilayah Saudi sebelum akhirnya mendarat di Tabuk.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan kopilot yang diduga melakukan serangan telah ditangkap dan diperiksa otoritas Arab Saudi, sementara ia menyebut insiden tersebut sebagai kejadian keamanan serius.
Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir menyebut insiden tersebut sebagai aksi seorang "teroris" yang berniat menjatuhkan pesawat dan membunuh warga Israel. Namun, Flydubai memperingatkan agar tidak terburu-buru menyimpulkan motif pelaku karena penyelidikan masih berlangsung, sementara Reuters melaporkan motif kopilot belum diketahui secara pasti.
Setelah pesawat mendarat, para penumpang kemudian dipulangkan ke Israel menggunakan pesawat pengganti. Insiden tersebut juga mendorong Israel menyiapkan pengetatan pemeriksaan keamanan terhadap pilot yang menerbangkan pesawat menuju negaranya.