Canggih! Bansos Digital Bakal Pakai Alat Pengenal Wajah Penerima
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah berencana mengintegrasikan data kependudukan dengan data kepemilikan aset agar penyaluran bantuan sosial (bansos) bisa lebih tepat sasaran. Sistem digitalisasi bansos pun dilengkapi teknologi pengenal wajah.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan nantinya dalam verifikasi penerima bansos dilakukan melalui aplikasi yang mengintegrasikan data kependudukan dengan informasi kepemilikan aset masyarakat.
"Yang paling cepat kan degan face, wajah, kemudian diintegrasikan dengan yang kira-kira orang ini memiliki Apa? Propertinya apa? Kekayaannya apa? Tapi enggak pajak ya, enggak rekening juga," kata Tito dalam konferensi pers di Kementerian Sosial, Rabu (30/9/2026).
Tito menjelaskan data utama berasal dari data kependudukan yang ada di Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang mencakup informasi biometrik seperti pengenalan wajah (face recognition). Kemudian dicocokan dengan informasi kepemilikan tanah, kendaraan, hingga data perbankan.
"Data di Dukcapil nanti diintegrasikan dengan kepemilikan aset, sehingga ada tidak kepemilikan properti, misal dia punya tanah, nanti ATR/BPN masuk situ, kalau punya mobil, nanti kepolisian masuk situ," terang Tito.
Pencocokan tersebut dilakukan untuk melihat kesesuaian antara kondisi sosial penerima bansos dengan aset yang tercatat atas namanya.
Tito mengatakan, proses tersebut menjadi bagian dari digitalisasi perlindungan sosial yang tengah dilakukan pemerintah.
"Jadi kalau misal sebelumnya dia penerima bansos, tapi pas dilacak punya mobil, punya tanah, ya bisa ketahuan nanti," tegas Tito.
Namun, masyarakat tetap bisa menyanggah jika kondisi ekonomi masyarakat berubah, sehingga masih layak menerima bansos.
"Boleh komplain, seperti contoh masyarakat yang terkena bencana, misalnya yang tadinya punya mobil dan tanah, tapi hilang akibat bencana, dan belum di-update ATR/BPN, belum di-update kepolisian, belum di-update BPS, Kok saya enggak termasuk yang mendapat bansos? Masih boleh disanggah," ujar Tito.
(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]