MARKET DATA
Internasional

China Makin Tak Terkalahkan, Jaringan Kereta Cepat Tembus 50.000 Km

sef,  CNBC Indonesia
30 September 2026 16:40
Kereta Cepat China, high-speed Maglev train (Reuters TV)
Foto: Kereta Cepat China (Reuters TV)

Jakarta, CNBC Indonesia - China kembali memperluas jaringan kereta api berkecepatan tinggi atau high-speed railway (HSR) miliknya. Empat jalur baru dengan total panjang 1.142 kilometer (km) mulai beroperasi pada 28 September 2026, tepat menjelang lonjakan perjalanan saat libur Hari Nasional China.

Keempat jalur tersebut tersebar di wilayah utara, timur laut, barat laut, dan China bagian tengah. Jalur-jalur baru itu dirancang untuk melaju dengan kecepatan maksimum antara 250 km per jam hingga 350 km per jam, menurut laporan CCTV yang dikutip VnExpress, Selasa (29/9/2026).

Ekspansi ini semakin memperkuat posisi China sebagai negara dengan jaringan kereta cepat terbesar di dunia. 

552 Km Hubungkan Xiongan-Shangqiu

Jalur terpanjang yang dibuka adalah segmen sepanjang 552 km yang menghubungkan Xiongan New Area di Provinsi Hebei dengan Shangqiu di Provinsi Henan. Jalur tersebut memangkas waktu perjalanan tercepat antara kedua wilayah menjadi hanya 2 jam 27 menit.

Pada tahap awal, hingga 64 perjalanan kereta per hari akan beroperasi. Layanan baru juga menghubungkan Beijing West Railway Station dengan Hefei dan Huangshan North.

Sebanyak 11 kabupaten dan kota tingkat kabupaten yang berada di sepanjang rute tersebut untuk pertama kalinya mendapatkan akses kereta cepat. Segmen ini merupakan bagian dari jalur kereta cepat Beijing-Hong Kong, salah satu jalur utama yang membentang dari utara ke selatan China.

Xiongan sendiri merupakan kawasan yang dibangun pemerintah China sejak 2017 untuk membantu mengurangi tekanan kepadatan perkotaan Beijing. Populasinya telah mencapai sekitar 1,4 juta jiwa pada Desember 2025.

Pakar perkeretaapian China independen David Feng mengatakan kepada South China Morning Post, pembukaan jalur tersebut membuat Xiongan yang sebelumnya memiliki stasiun besar dengan jumlah penumpang terbatas kini terhubung dengan jaringan kereta nasional.

Jalur di Wilayah Utara

Di timur laut, China membuka jalur Harbin-Yichun sepanjang 318 km di Provinsi Heilongjiang. Jalur ini menjadi jaringan kereta cepat paling utara yang pernah dibangun China. Waktu tempuh antara Harbin dan Yichun dipangkas dari sekitar tujuh jam menjadi kurang dari dua jam.

Jalur yang dirancang memiliki kecepatan maksimum 250 km per jam itu pada awalnya akan melayani hingga 38 perjalanan kereta setiap hari. Sementara itu, di wilayah barat laut, China membuka segmen sepanjang 171 km dari Xi'an menuju Ankang di Provinsi Shaanxi.

Jalur tersebut melewati Pegunungan Qinling dan memangkas waktu perjalanan tercepat kedua kota menjadi hanya 45 menit. Segmen Xi'an-Ankang merupakan tahap pertama dari rencana jalur yang nantinya akan menghubungkan wilayah tersebut dengan Chongqing, salah satu kota metropolitan utama di China.

Di China bagian tengah, jalur Yichang-Xingshan sepanjang 101 km di Provinsi Hubei juga mulai beroperasi. Jalur ini menghubungkan dua jalur utama nasional dan memangkas waktu perjalanan tercepat Wuhan-Chongqing dari 4 jam 56 menit menjadi 3 jam 54 menit.

Tembus 50.400 Km

Dengan tambahan 1.142 km tersebut, jaringan kereta cepat China semakin panjang. Data China State Railway Group yang dilaporkan Xinhua menunjukkan jaringan tersebut telah mencapai sekitar 50.400 km pada akhir 2025.

Menurut International Union of Railways yang berbasis di Paris, China menguasai lebih dari dua pertiga total jalur kereta cepat dunia. China mulai memasuki era kereta cepat pada 2008 melalui pembukaan jalur Beijing-Tianjin.

Ekspansi terbaru juga dilakukan ketika China bersiap menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat selama libur Festival Pertengahan Musim Gugur dan Hari Nasional. China State Railway Group memperkirakan terdapat 284 juta perjalanan penumpang kereta selama periode 16 hari, mulai 23 September hingga 8 Oktober 2026.

Periode tersebut mencakup Festival Pertengahan Musim Gugur serta libur Hari Nasional yang dimulai pada 1 Oktober. Pejabat perkeretaapian China mengatakan kepada China Business Journal bahwa angka tersebut berpotensi menjadi arus perjalanan kereta terbesar sepanjang sejarah saat periode liburan.

Meski demikian, rata-rata perjalanan harian diperkirakan tetap berada di kisaran 17,75 juta perjalanan. Lonjakan total terutama disebabkan periode perjalanan tahun ini berlangsung empat hari lebih lama dibandingkan tahun sebelumnya.

(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Tiba-Tiba Xi Jinping "Bersih-Bersih" Perusahaan China, Ada Apa?


Most Popular
Features