MARKET DATA
Internasional

Intelijen Ungkap Kim Jong Un Obesitas Parah, Berat Badan 140 Kg Lebih

luc,  CNBC Indonesia
30 September 2026 13:35
FILE PHOTO: North Korean leader Kim Jong Un speaks during an enlarged meeting of the ruling Workers' Party's Central Military Commission in North Korea, July 9, 2026, in this picture released by North Korea's official Korean Central News Agency.   KC
Foto: via REUTERS/KCNA

Jakarta, CNBC Indonesia - Kondisi kesehatan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un kembali menjadi perhatian. Badan intelijen Korea Selatan menilai Kim kini berada dalam kategori "obesitas ekstrem" dengan berat badan diperkirakan lebih dari 140 kilogram.

Penilaian tersebut disampaikan badan mata-mata Seoul dalam laporan terbarunya pada Rabu (30/9/2026). Informasi itu dikutip anggota parlemen Korea Selatan Youn Kun-young.

Kim dikenal sebagai perokok berat dan telah lama mengalami obesitas. Kondisi kesehatannya menjadi perhatian dunia internasional karena kematian mendadak pemimpin Korea Utara berpotensi memunculkan pertanyaan besar mengenai suksesi kekuasaan dan stabilitas negara yang memiliki senjata nuklir tersebut.

"Kondisi kesehatannya diklasifikasikan sebagai sangat obesitas, dengan berat lebih dari 140 kilogram," kata Youn, mengutip badan intelijen Korea Selatan, dilansir AFP.

Meski memiliki risiko kesehatan tertentu, Kim disebut belum menunjukkan gangguan dalam aktivitas fisik. Youn mengatakan Kim masih mampu melakukan kegiatan seperti berlari menaiki tangga.

Bagaimanapun juga, ia dinilai memiliki risiko tinggi terkena penyakit kardiovaskular.

Kondisi Kim memang telah lama menjadi perhatian. Spekulasi mengenai kesehatannya sempat merebak pada 2020 ketika ia tidak menghadiri peringatan ulang tahun mendiang kakeknya, Kim Il Sung.

Kim kemudian menghilang dari hadapan publik selama sekitar 20 hari. Absennya tersebut memicu rumor bahwa dirinya mengalami sakit serius setelah menjalani operasi.

Riwayat keluarga Kim juga menjadi sorotan. Ayahnya, Kim Jong Il, dan kakeknya, Kim Il Sung, sama-sama dikenal memiliki berat badan berlebih dan merupakan perokok berat. Keduanya meninggal akibat serangan jantung.

Kekhawatiran mengenai kesehatan Kim juga tidak bisa dilepaskan dari kondisi Korea Utara secara keseluruhan. Negara bersenjata nuklir tersebut menghadapi berbagai sanksi akibat program persenjataannya. Di sisi lain, perekonomian yang dikelola negara telah lama menghadapi persoalan dan Korea Utara juga mengalami kekurangan pangan secara kronis.

Elizabeth Salmon, pelapor khusus PBB untuk hak asasi manusia di Korea Utara, mengatakan pada Februari lalu bahwa kekurangan pangan merupakan salah satu persoalan kemanusiaan utama di negara tersebut.

Namun, pola makan Kim sendiri disebut jauh dari gambaran tersebut. Paul Smart, chef eksekutif Hotel Metropole di Hanoi, pernah bekerja bersama koki pribadi Kim saat pertemuan puncak Korea Utara dan Amerika Serikat pada 2019.

Smart mengatakan Kim memiliki selera terhadap daging langka dan berbagai makanan mewah.

Menurut dua koki pribadi Kim, yang kebetulan sama-sama bermarga Kim, pemimpin Korea Utara tersebut memiliki selera makanan yang mahal.

"Dia menyukai kaviar, lobster, produk yang benar-benar mewah. Foie gras, dia sangat suka menikmati hidangan," kata Smart pada 2019.

 

(luc/luc) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Breaking: Kim Jong Un Ngamuk, Korut Tembak Rudal Balistik


Most Popular
Features