MARKET DATA

RI dan 3 Negara Tetangga Ajukan Tari Zapin Jadi Warisan Budaya UNESCO

MFakhriansyah,  CNBC Indonesia
30 September 2026 10:35
Tari Zapin Siak yang menggunakan pakaian adat Riau
Foto: Tari Zapin Siak yang menggunakan pakaian adat Riau (Dokumentasi Pemerintah Kabupaten Siak)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia bersama Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam kompak mengajukan tari zapin sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) UNESCO. Pengajuan multinasional ini ditargetkan masuk ke UNESCO pada Maret 2027.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan, pengajuan bersama tersebut dilakukan karena zapin merupakan budaya yang dimiliki dan berkembang bersama oleh masyarakat di kawasan Asia Tenggara.

"Ini adalah satu budaya yang sama-sama kita share. Karena pada waktunya, pada zaman sebelumnya kita tidak terkait batas-batas wilayah. Tentu terjadi juga persilangan, pertemuan, migrasi, tentu akulturasi budaya yang sangat memengaruhi satu sama lain sehingga akhirnya zapin ini mempunyai ciri-ciri khas masing-masing," kata Fadli di Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Zapin merupakan seni pertunjukan tradisional Melayu yang berkembang di kawasan maritim Asia Tenggara. Tarian ini tidak hanya hidup di Indonesia, tetapi juga memiliki beragam bentuk di Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura. Di masing-masing wilayah, zapin kemudian berkembang mengikuti tradisi dan karakter budaya setempat.

Atas dasar kesamaan sejarah dan perkembangan budaya tersebut, keempat negara kemudian mengusulkan zapin secara bersama. Fadli mengatakan keragaman bentuk zapin di setiap negara justru menjadi kekuatan dari nominasi multinasional tersebut.

"Keragaman ekspresi budaya di kawasan Asia Tenggara justru menjadi dasar persatuan, silaturahmi, saling menghormati, dan juga kerja sama antarnegara. Setiap negara itu mempunyai bentuk, gaya komunikasi yang khas, dan justru keragaman ini menjadi kekuatan dari nominasi multinasional," ujar Fadli.

Dalam pengajuan tersebut, keempat negara memiliki tugas masing-masing untuk mendukung nominasi zapin. Indonesia, kata Fadli, mendapat bagian untuk menjalin komunikasi dengan komunitas-komunitas budaya yang berkaitan dengan zapin.

"Kita termasuk yang tadi mengontak dengan komunitas-komunitas yang ada, menjahit dukungan dari berbagai varian yang ada. Tadi juga disampaikan, kita termasuk yang nge-leading untuk penominasian," kata dia.

Fadli meyakini pengajuan bersama ini memiliki keunikan tersendiri karena zapin merupakan budaya yang dibagikan oleh sejumlah negara, tetapi berkembang dengan karakter yang berbeda-beda di setiap wilayah.

"Ini merupakan shared culture dari beberapa negara, itu menjadi satu keunikan sendiri. Karena di masing-masing negara itu ekspresinya pasti ada keunikan dan kekhasan yang membedakan dengan negara-negara lain," tutur Fadli.

Pengajuan multinasional seperti ini bukan yang pertama bagi Indonesia. Sebelumnya, Indonesia bersama sejumlah negara Asia Tenggara juga terlibat dalam pengajuan kebaya yang kemudian ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO pada 2024.

Selain zapin dan kebaya, Fadli mengatakan Indonesia juga tengah membahas sejumlah budaya lain untuk diajukan atau dikembangkan melalui kerja sama dengan negara lain. Di antaranya tradisi buka puasa atau iftar, Maulid Nabi, berbagai perayaan Katolik, hingga aksara Nusantara seperti aksara Jawa.

Untuk aksara Jawa, pembahasan akan melibatkan Suriname karena adanya keterkaitan sejarah dengan komunitas keturunan Jawa di negara tersebut.

(mfa/mfa) [Gambas:Video CNBC]
Next Article RI, Singapura, Malaysia, Brunei Tiba-Tiba Kompak Usulkan Ini ke Unesco


Most Popular
Features