Bomber Nuklir Rusia Jatuh, 6 Awak Pesawat Tewas
Jakarta, CNBC Indonesia - Pesawat pengebom strategis Tu-95 milik Rusia jatuh saat menjalani penerbangan latihan di wilayah Amur, Rusia Timur Jauh. Kementerian Pertahanan Rusia menyebut enam anggota awak tewas dalam kecelakaan tersebut, sementara satu orang lainnya mengalami luka-luka.
Dilansir Russia Today, Rabu (30/9/3026), Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan awak yang terluka telah dievakuasi ke fasilitas medis untuk mendapatkan perawatan.
Pesawat tersebut dipastikan tidak membawa senjata ketika kecelakaan terjadi. Bomber itu jatuh di kawasan yang tidak berpenghuni sehingga tidak ada laporan mengenai korban dari kalangan masyarakat sipil.
Kementerian Pertahanan Rusia telah mengirim komisi dari Angkatan Udara dan Antariksa Rusia ke lokasi kejadian untuk menyelidiki penyebab jatuhnya pesawat.
Tu-95 merupakan pesawat rancangan era Uni Soviet yang pertama kali melakukan penerbangan pada 1952. Pesawat bermesin turboprop tersebut hingga kini masih tercatat sebagai pesawat turboprop produksi tercepat di dunia.
Bomber jarak jauh itu juga menjadi salah satu andalan Rusia dalam konflik di Ukraina. Pesawat Tu-95 diketahui telah digunakan secara luas untuk meluncurkan rudal jelajah Kh-101 ke berbagai sasaran di Ukraina.
Selain menjalankan misi konvensional, Tu-95 memiliki peran penting dalam kemampuan nuklir Rusia. Pesawat tersebut merupakan salah satu komponen triad nuklir Rusia dan dapat membawa rudal yang dilengkapi hulu ledak termonuklir.
Â
(luc/luc) [Gambas:Video CNBC]