MARKET DATA

Beras Tidak Langka, Pedagang Cuma Pusing Gegara Masalah Ini

Ferry Sandi,  CNBC Indonesia
29 September 2026 12:05
Pedagang warung kelontong di Jakarta Timur. (CNBC Indonesia/Ferri Sandi)
Foto: Pedagang warung kelontong di Jakarta Timur. (CNBC Indonesia/Ferri Sandi)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga beras di warung kelontong Jakarta Timur belakangan mengalami pergerakan. Pedagang menyebut kenaikan harga sempat terjadi, tetapi kondisi tersebut tidak membuat stok beras menghilang dari pasaran.

Perubahan harga terjadi baik pada pembelian dalam jumlah besar maupun penjualan eceran. Pedagang kemudian mengikuti perkembangan harga dari agen dan distributor dalam menentukan harga jual kepada konsumen.

"Beras biasanya Rp730 ribu, Rp740 ribu. Macam-macam sih," kata Sodiq, pedagang warung kelontong di Jakarta Timur.

Meski demikian, Ia mengaku tidak pernah menerima beras berjenis fortifikasi.

"Sejauh ini distributor saya gak pernah ngasih beras kaya gitu sih, yang reguler aja," katanya saat ditemui CNBC Indonesia, Senin (29/9/2026).

Pergerakan harga tersebut tidak berlangsung dalam satu arah. Harga bisa mengalami kenaikan dan kembali turun setelah beberapa waktu, sehingga pedagang perlu melakukan penyesuaian secara berkala.

"Biasanya siklus saja, kadang naik, enggak lama turun. Makanya kita juga menyesuaikan," ujar Ardi, pedagang warung kelontong di Jakarta Timur.

Di tingkat eceran, perubahan harga pembelian kemudian ikut terasa oleh konsumen. Beras yang sebelumnya dijual dengan harga tertentu dapat mengalami penyesuaian ketika harga dari distributor meningkat.

"Kadang jual Rp13 ribu per liter atau kalau lagi naik mau enggak mau naik jadi Rp14 ribu per liter," kata Ardi.

Salah satu beras yang mengalami perubahan harga adalah Pandan Wangi Cianjur. Harga per karung yang sebelumnya berada di bawah Rp800 ribu sempat menyentuh Rp800 ribu.

Kenaikan juga sempat berada di kisaran belasan hingga puluhan ribu rupiah untuk satu karung. Meski begitu, kondisi tersebut tidak membuat pasokan berhenti karena pedagang masih dapat mengambil barang dari pemasok.

"Beras Pandan Wangi Cianjur per karung sempat di bawah Rp800 ribu per karung, tapi kemarin naik di Rp800 ribu," ujar Ardi.

Bagi pedagang, persoalan utama saat ini bukan mencari beras, melainkan mengikuti perubahan harga agar harga jual di warung tetap menyesuaikan kondisi pasar. Pasokan masih tersedia dan dapat dipesan kembali ketika stok berkurang.

"Kalau pasokan ada terus, enggak pernah kosong. Biasanya kita minta ke distributor juga ada terus," tutur Ardi.

(dce) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Amran Bicara Beras Penyebab Inflasi-Ngaku RI Aman Meski El Nino Berat


Most Popular
Features