MARKET DATA
Internasional

Hujan Kian Menggila di Tetangga RI, Korban Jiwa Mulai Berjatuhan

luc,  CNBC Indonesia
28 September 2026 20:50
A child  sits in a plastic basin pulled by others as she is transported through a flooded area during heavy rain in Bangkok, Thailand, September 27, 2026. REUTERS/Patipat Janthong
Foto: REUTERS/Patipat Janthong

Jakarta, CNBC Indonesia - Hujan deras yang mengguyur Thailand sejak pertengahan September telah menewaskan sedikitnya delapan orang. Sementara itu, banjir dan longsor di negara tetangga, Myanmar, juga dilaporkan menelan sedikitnya delapan korban jiwa.

Pemerintah Thailand pada Senin (28/9/2026) mengatakan delapan korban tewas tercatat di tiga provinsi bagian timur sejak 16 September. Sejauh ini tidak ada laporan korban jiwa di Bangkok.

Namun, banjir telah berdampak luas. Lebih dari 500.000 rumah tangga atau sekitar 1,7 juta orang di 27 provinsi Thailand saat ini terdampak setelah sistem cuaca ekstrem melanda wilayah tersebut.

Bangkok menjadi salah satu wilayah yang paling parah terkena dampak. Sekolah-sekolah ditutup dan pemerintah meminta warga yang memungkinkan untuk bekerja dari rumah. Imbauan tersebut banyak diikuti, terlihat dari kondisi jalan dan jaringan transportasi umum yang jauh lebih sepi dibandingkan biasanya.

Kementerian Dalam Negeri Thailand menyebut lebih dari 80.000 warga di ibu kota tidak dapat meninggalkan rumah karena genangan banjir.

Di kawasan Bang Kapi, Bangkok timur, Nattapon Mankean, 32 tahun, terpaksa meninggalkan apartemennya bersama sang kekasih dan dua ekor kucing. Kondisi tempat tinggal mereka semakin sulit setelah listrik dan air bersih terputus.

Satu kucing dibawa menggunakan kandang, sementara seekor lainnya dimasukkan ke dalam tas khusus.

"Baterai ponsel kami habis, kami tidak memiliki air mengalir - semuanya menjadi sulit," kata Nattapon kepada AFP.

"Sangat mengerikan, saya tidak bisa melakukan apa-apa," lanjutnya. "Saya harus keluar."

Pemerintah Thailand menetapkan status bencana untuk seluruh Bangkok pada Sabtu setelah hujan deras mengguyur ibu kota selama hampir 48 jam. Hingga Senin, sejumlah warga masih harus menerobos genangan yang mencapai paha.

Di Bang Kapi, warga memanfaatkan kotak pendingin dan berbagai wadah plastik yang dapat mengapung untuk membawa kebutuhan dari pasar dan supermarket terdekat, menurut laporan wartawan AFP di lokasi.

Di sisi lain, hujan deras yang menerjang Thailand juga berdampak ke Myanmar. Tim penyelamat melaporkan banjir dan tanah longsor di wilayah Tanintharyi, Myanmar selatan, telah menewaskan sedikitnya delapan orang.

"Kami telah menemukan delapan jenazah, sementara sekitar 20 hingga 30 orang masih hilang" di wilayah Launglon, kata Hein Htet dari kelompok relawan lokal People's Administration Team.

Tiga dari delapan korban yang ditemukan merupakan remaja. Mereka sedang berkumpul di sebuah biara pada Minggu ketika longsor menerjang desa mereka. Bencana tersebut menghancurkan dan menimbun 18 bangunan.

"Masih ada orang dan desa-desa yang berada di zona berbahaya dengan hujan yang terus turun," kata Hein Htet memperingatkan.

Upaya mengetahui dampak bencana di Myanmar menjadi lebih sulit karena perang saudara yang masih berlangsung. Kondisi konflik juga memperumit proses penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak.

"Kami tidak hanya kewalahan menghadapi skala banjir, tetapi juga kekurangan sumber daya. Ini adalah bencana alam di wilayah konflik," ujar Hein Htet.

September merupakan puncak musim hujan di Thailand. Meski demikian, sejumlah warga Bangkok menilai banjir tahun ini terasa lebih parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Bangkok dibangun di atas wilayah yang sebelumnya merupakan lahan rawa dan memiliki jaringan kanal yang melintasi berbagai bagian kota. Banyak kanal tersebut kini ikut meluap akibat hujan deras.

Stasiun-stasiun pompa telah beroperasi dengan kapasitas penuh selama beberapa hari untuk mengurangi genangan. Namun, Gubernur Bangkok Chadchart Sittipunt mengatakan pada Minggu bahwa proses pengeringan air dapat memakan waktu "hingga satu minggu".

Ribuan warga juga telah dipindahkan ke tempat-tempat pengungsian sementara.

Dalam konferensi pers pada Senin, juru bicara pemerintah Ekkapob Pianpises mengatakan ketinggian air mulai menurun. Namun, ia mengingatkan bahwa "beberapa wilayah di Bangkok masih menghadapi ketinggian air yang tinggi".

 

(luc/luc) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Hujan Deras Disertai Badai Picu Banjir Bandang, Sedikitnya 70 Tewas


Most Popular
Features