Avanza Jadi Raja Jalanan di Yogya dan Jateng, Ini Buktinya
Jakarta, CNBC Indonesia - Penjualan Toyota di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (Jateng-DIY) menunjukkan pertumbuhan hingga Agustus 2026. Kinerja tersebut ditopang oleh sejumlah model andalan Toyota yang masih menjadi pilihan utama konsumen di wilayah tersebut.
Memasuki kuartal III 2026, penjualan Toyota pada Juli dan Agustus tercatat lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kinerja dua bulan tersebut juga menjadi bagian dari capaian penjualan Toyota sepanjang tahun berjalan yang terus mengalami peningkatan.
"Q3, khusus Juli dan Agustus, tahun lalu itu masih 1.800, tapi syukur sekarang kita udah mencapai 2.288. Secara total, dibanding tahun lalu, jualan kita udah 8.900 atau naik 7,6% versus last year, ya. Ini adalah performance-nya," ujar Vice President Director Nasmoco Jodjana Jody dikutip Sabtu (26/9/2026)
Di tengah pertumbuhan tersebut, persaingan antarproduk Toyota di pasar Jateng-DIY tetap didominasi oleh model-model yang sudah lama dikenal konsumen. Segmen kendaraan keluarga menjadi salah satu penopang utama penjualan Toyota di wilayah ini.
"5 top model kita tentu nomor satu adalah Avanza, kemudian Innova, Veloz, Zenix, dan Calya, ya," katanya.
Penjual mobil bekas di WTC Mangga Dua, Jakarta Utara ungkap mobil Toyota Avanza masih diminati oleh pembeli mobil bekas. (CNBC Indonesia/Chandra) Foto: Penjual mobil bekas di WTC Mangga Dua, Jakarta Utara ungkap mobil Toyota Avanza masih diminati oleh pembeli mobil bekas. (CNBC Indonesia/Chandra) |
Selain penjualan kendaraan bermesin konvensional, perubahan juga mulai terlihat dari kontribusi kendaraan elektrifikasi Toyota. Perusahaan menghitung elektrifikasi sebagai gabungan penjualan kendaraan hybrid dan battery electric vehicle (BEV), meski kontribusi BEV masih relatif kecil dibandingkan hybrid.
"Nah, slide kedua ini tadi adalah mengenai elektrifikasi. Jadi kalau dilihat tahun lalu, Januari-Agustus, elektrifikasi kita terjual 995. Nah, untuk diketahui, Toyota menyebut elektrifikasi artinya total jualan kita di hybrid maupun di BEV, ya. Tapi terus terang BEV kita memang terbatas, tidak begitu banyak, sehingga mayoritas penjualannya adalah hybrid," ujarnya.
Komposisi penjualan kendaraan elektrifikasi kemudian berubah cukup besar setelah Toyota mulai memasarkan Veloz Hybrid. Model tersebut mulai disuplai pada Maret dan penjualannya mulai berjalan lebih kencang sejak April 2026.
"Tahun lalu, 2025, belum ada Veloz. Sehingga jualan kita waktu itu dari total jualan, 12% itu adalah elektrifikasi. Tahun ini, kita mulai menjual Veloz khususnya di bulan April, walaupun disuplai Maret ya. Tapi mulai April lebih kencang, sehingga secara total sampai Agustus jualan kita elektrifikasi komposisinya sudah naik ke 26%. Jadi dengan munculnya hybrid, memang ini membuat komposisi market mulai berubah," katanya.
Kenaikan tersebut membuat Veloz Hybrid menjadi salah satu model elektrifikasi Toyota yang paling menonjol di wilayah Jateng-DIY. Penjualan bulanannya kini mulai berada pada level yang lebih tinggi dibandingkan Veloz sebelum hadir dengan teknologi hybrid.
"Dan terbesar tentunya sekarang adalah Veloz Hybrid, walaupun ini baru disuplai dari bulan April ya. Jadi kami berharap jualan kami di hybrid untuk Veloz ini sekarang sudah cukup stabil di angka 200 sampai 250 per bulan. Jadi mudah-mudahan ini bisa tingkatkan dan ini naik cukup signifikan dibanding sebelum kita keluarkan hybrid. Waktu itu kita jual kira-kira hampir 100 unit saja. Jadi naiknya hampir 2,5 kali. Zenix Hybrid kira-kira 11%, kemudian Yaris Cross 1,6%. Jadi total-total 26% jualan kita sekarang elektrifikasi. Jauh meningkat dibanding tahun lalu yang hanya 12%," ujarnya.
(wur/wur) [Gambas:Video CNBC]