Blok M Akan Berubah Total! Bakal Ada Tower, Skybridge dan Hunian
Jakarta, CNBC Indonesia - Kawasan Blok M, Jakarta Selatan, bersiap mengalami perubahan besar. Bakal ada revitalisasi Blok M Hub yang menghadirkan sejumlah tower, skybridge, hotel, apartemen hingga hunian bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.
"Ini bagaimana bertransformasi, dan nantinya ini tunggu tanggal mainnya, akan menjadi revitalisasi besar. Ini sudah juga akan revitalisasi besar yang bagaimana Blok M ini bisa tumbuh dan TOD-nya tuh lebih nyaman lagi," kata Kepala Divisi Property Management MRT Jakarta M. Iqbal Bimo Arifianto di Jakarta, dikutip Jumat (24/9/2026).
Dalam rancangan pengembangan konsep Transit Oriented Development (TOD), kawasan Blok M nantinya tidak hanya berfungsi sebagai tempat transit. MRT menyiapkan konsep mixed-use yang menggabungkan berbagai fungsi dalam satu kawasan, mulai dari hunian, perhotelan hingga aktivitas komersial.
Konsep tersebut juga mencakup pembangunan skybridge yang akan menghubungkan sejumlah titik penting di kawasan Blok M, termasuk stasiun MRT, Blok M Hub dan terminal bus. Dengan konektivitas tersebut, pergerakan masyarakat di kawasan diharapkan semakin mudah tanpa harus bergantung pada kendaraan pribadi.
"Bahkan kalau ngomongin mungkin akan ada kalau gambarnya tuh kan keliatannya keren gitu ya, ada beberapa tower gitu ya. Itu yang nanti akan ada tidak hanya apartemen, hotel, ada serviced apartment mungkin nanti, akan ada hunian yang khusus masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah," tutur Bimo.
Transformasi Blok M sendiri mulai terlihat setelah MRT Jakarta pengembangan kawasan tersebut menjadi Blok M Hub. Saat ini, jumlah pengunjung Blok M Hub disebut telah mencapai sekitar 25.000 orang per hari. Targetnya kawasan ini bisa kembali hidup seperti era tahun 1990an.
"Bagaimana kita mengembalikan masa jayanya ini seperti dulu. Pada saat mungkin tahun 90-an atau early 2000 gitu ya. Jadi, pekerjaan kami bukan hanya memastikan fasilitas ini berfungsi, tapi juga bagaimana menghadirkan aktivasi tenant, komunitas, dan berbagai bentuk engagement," ujar Bimo.
Kini, penataan tersebut diarahkan ke tahap yang lebih besar. MRT Jakarta melihat usia aset Blok M yang telah mencapai sekitar 30-50 tahun menjadi salah satu tantangan sekaligus alasan perlunya revitalisasi lanjutan.
"Terkait dengan Blok M Ultimate, ya kita tunggu tanggal mainnya. Tapi bagaimana apa aja yang akan ada di sana, konsepnya akan tidak jauh dari Transit Hub. Akan ada mix-use," ujarnya.
Untuk membiayai pengembangan skala besar tersebut, maka perlu memperkenalkan rencana pengembangan kawasan kepada calon investor dari luar negeri.
"Memang itu untuk menyasar investor-investor dari terutama di Asia Tenggara. Bahkan konsep pengembangan yang Blok M ini akan mengusung, akan juga menjaring investor-investor dari luar," katanya.
(fys/wur) [Gambas:Video CNBC]