MARKET DATA
Internasional

Tetangga RI Krisis Listrik: Kota "Kritis", Siaga Pemadaman Massal

tps,  CNBC Indonesia
25 September 2026 16:20
Kota Cebu Filipina. (Dok. Department of Tourism Republic of the Philippines)
Foto: Kota Cebu Filipina. (Dok. Department of Tourism Republic of the Philippines)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan listrik nasional Filipina, National Grid Corp of the Philippines (NGCP), menyatakan wilayah Cebu mengalami situasi pasokan listrik terburuk di antara provinsi-provinsi Visayas. Krisis ini terjadi akibat lonjakan permintaan listrik yang terus melampaui kapasitas pembangkit lokal di pulau tersebut.

Mengutip Manila Times, Jumat (25/9/2026), Asisten Wakil Presiden NGCP sekaligus Kepala Operasi Sistem untuk Visayas, Neil Modena, menyebut Cebu sudah tidak dapat memenuhi kebutuhan listriknya secara mandiri dalam kondisi normal.

"Yang terburuk ada di Cebu. Permintaannya adalah 1.300 megawatt (MW), tetapi pembangkit di area tersebut hanya dapat memberikan 900 MW. Setiap hari ada kekurangan daya, dan kami mendapatkan daya dari Mindanao," tuturnya.

Guna menutupi defisit pasokan harian tersebut, Cebu kini bergantung pada suntikan daya lebih dari 400 MW dari Mindanao melalui Proyek Interkoneksi Mindanao-Visayas milik NGCP. Proyek tersebut menghubungkan kedua pulau melalui kabel bawah laut arus searah tegangan tinggi sepanjang sekitar 184 kilometer sirkuit dengan kapasitas transfer 450 MW.

Jalur transmisi ini mulai beroperasi komersial pada Januari 2024 setelah elektrifikasi awalnya dilakukan pada 2023.

"Jika NGCP tidak menyelesaikan proyek tersebut, pemadaman listrik di Cebu akan sangat parah karena tidak ada pembangkit listrik baru yang dibangun di Cebu setelah tahun 2019. Cebu tumbuh seperti Iloilo. Kami benar-benar kekurangan pasokan," ucap Modena.

Adapun pembangkit yang dimaksud Modena adalah Proyek Energi Therma Visayas, sebuah pembangkit listrik tenaga batu bara berkapasitas 340 MW di Barangay Bato, Toledo City. Fasilitas ini terdiri dari dua unit berkapasitas masing-masing 170 MW, di mana Unit 1 mulai beroperasi pada April 2019 dan disusul Unit 2 pada akhir tahun yang sama. Saat ini, pembangunan pembangkit Unit 3 berkapasitas 150 MW masih dalam tahap konstruksi.

Selain Cebu, Modena turut menyoroti kondisi pasokan di Panay. Ia mengungkapkan bahwa pembangkit listrik beban dasar (baseload) terakhir di wilayah itu baru dibangun pada tahun 2016, merujuk pada pembangkit batu bara 150 MW milik Panay Energy Development Corp (PEDC) Unit 3 di La Paz, Iloilo City.

"Jika PEDC Unit 3 tidak ada, Panay akan mendapat sekitar 75 MW dari Negros. Itu berarti, berdasarkan konsumsi Panay, jika Anda kehilangan satu pembangkit saja, Anda sudah perlu mengimpor daya dari Negros. Jadi Anda akan kekurangan 75 MW," paparnya.

"Ini berarti Anda tidak dapat mempertahankan sebuah pulau jika Anda kehilangan satu pembangkit beban dasar."

Modena juga memperingatkan bahwa penuaan sejumlah unit pembangkit listrik berisiko tinggi memicu pemadaman tak terencana, yang berujung pada semakin ketatnya pasokan listrik di wilayah tersebut.

Terkait skenario terburuk, pihak NGCP mengklarifikasi bahwa sub-jaringan dengan permintaan listrik lebih besar akan memikul beban pemutusan listrik proporsional yang lebih besar pula. Mekanisme ini dikenal sebagai pelepasan beban manual (manual load dropping/MLD), yakni pemutusan beban listrik bergilir yang diterapkan NGCP saat pasokan listrik tidak cukup untuk memenuhi permintaan.

Jaringan Visayas sendiri secara operasional dibagi menjadi sub-jaringan Panay, Negros, Cebu, Bohol, dan Leyte-Samar.

Data sejak Mei hingga September menunjukkan Cebu menyumbang 42% dari alokasi MLD di Visayas, disusul Panay sebesar 21%, Negros 18%, Leyte 13%, dan Bohol 8%. Sebagai contoh nyata, jika Visayas mengalami kekurangan pasokan sebesar 100 MW, maka 42% dari pengurangan beban paksa tersebut akan langsung diarahkan ke Cebu dan 21% ke Panay, sesuai dengan pedoman Grid Code yang membaginya berdasarkan pangsa total permintaan listrik di masing-masing area.

(tps/luc) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Negara "Raja Minyak" Krisis: Negara Gelap Gulita-Bensin Tak Ada


Most Popular
Features