MARKET DATA

Trenggono Atur Skema Nelayan Bisa Melaut Tanpa Modal, Begini Caranya

Martyasari Rizky,  CNBC Indonesia
25 September 2026 15:10
Menteri Kelautan dan Perikanan (MenKP) Sakti Wahyu Trenggono bersama Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono saat melihat langsung Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tongke-tongke, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, Jumat (25/9/2026). (CNBC Indon
Foto: Menteri Kelautan dan Perikanan (MenKP) Sakti Wahyu Trenggono bersama Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono saat melihat langsung Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tongke-tongke, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, Jumat (25/9/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizki)

Sinjai, CNBC Indonesia - Menteri Kelautan dan Perikanan (MenKP) Sakti Wahyu Trenggono menyiapkan skema baru untuk mengurangi ketergantungan nelayan terhadap modal saat hendak melaut. Melalui skema tersebut, nelayan nantinya tidak perlu mengeluarkan uang atau mencari utang terlebih dahulu untuk membiayai kebutuhan melaut.

Trenggono mengatakan, kebutuhan nelayan seperti bahan bakar, logistik, es, hingga sarana prasarana untuk melaut nantinya dapat disiapkan oleh Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), yang nantinya juga akan beroperasi di KNMP. Nelayan cukup berangkat melaut dan hasil tangkapannya akan dihitung setelah kembali.

"Tadi saya bisik-bisik sama Pak Ferry (Menteri Koperasi), saya bilang, bagaimana ya kita bikin transformasi. Nelayan tidak usah punya modal," kata Trenggono saat mengunjungi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tongke-Tongke, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, Jumat (25/9/2026).

Ia menjelaskan, skema tersebut dirancang agar nelayan tidak lagi terbebani kebutuhan modal setiap kali hendak melaut. Koperasi nantinya berperan menyediakan kebutuhan awal, sementara pembayaran akan diperhitungkan berdasarkan hasil tangkapan.

"Jadi maksud saya, pokoknya dia melaut saja. Siapin bahan bakar, siapin logistik, siapin es dan sarana prasarana. Begitu dia kembali baru dihitung (hasil tangkapnya," ujarnya.

Menurut Trenggono, skema tersebut juga akan memberikan perlindungan ketika nelayan tidak memperoleh hasil tangkapan. Pasalnya, pendapatan nelayan selama ini sangat bergantung pada keberhasilan mereka saat melaut.

Nelayan dan para ABK kapal di KMNP Tongke-Tongke Sulawesi Selatan. (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)Nelayan dan para ABK kapal di KMNP Tongke-Tongke Sulawesi Selatan. (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky) Foto: Nelayan dan para ABK kapal di KMNP Tongke-Tongke Sulawesi Selatan. (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Trenggono mencontohkan, nelayan bisa saja melaut berkali-kali tetapi tidak selalu mendapatkan ikan. Karena itu, ia mengusulkan mekanisme pembayaran yang dapat diperhitungkan kembali ketika nelayan memperoleh hasil tangkapan.

"Kalau nelayan melaut sepuluh kali, dia melaut kadang-kadang satu dua kali nggak dapat ikan, ya tetap dikasih duit. Nanti dicarry over. Carry over maksudnya nanti dibayar pada waktu dia tangkapannya dapat," jelas dia.

Trenggono mengatakan, konsep tersebut akan menjadi pekerjaan bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan Kementerian Koperasi. Menurutnya, keberadaan koperasi dapat menjadi instrumen untuk menjalankan skema tersebut di kampung-kampung nelayan.

"Ini biarkan menjadi PR saya dengan Pak Menteri Koperasi. Kalau ini bisa kita lakukan, saya akan lapor kepada Bapak Presiden," katanya.

Ia berharap skema tersebut dapat mengubah pola pembiayaan nelayan sehingga mereka tidak lagi harus mencari pinjaman kepada pihak lain sebelum melaut.

Trenggono menilai pola tersebut sudah diterapkan di negara-negara maju, di mana nelayan dapat melaut tanpa harus mengeluarkan modal sendiri terlebih dahulu.

"Di negara-negara maju begitu. Ya, mereka melaut nggak perlu ngeluarin duit, atau ngutang kiri-kanan dulu, melaut saja coba," ujar Trenggono.

Ia mengatakan, skema tersebut akan menjadi salah satu pekerjaan yang harus diselesaikan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan.

"Apabila ini terjadi, PR saya, tugas saya satu lagi khusus untuk menyejahterakan nelayan pesisir selesai," pungkasnya.

(wur) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Trenggono Targetkan Punya 5.000 Kampung Nelayan Merah Putih di 2029


Most Popular
Features