MARKET DATA
Internasional

Netanyahu di PBB: Semprot Wali Kota NY Mamdani-Banyak yang Walk Out

tps,  CNBC Indonesia
25 September 2026 07:10
Benjamin Netanyahu Pidato di Majelis PBB, Jumat (26/9/2025). (PBB)
Foto: Benjamin Netanyahu Pidato di Majelis PBB, Jumat (26/9/2025). (PBB)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melontarkan pembelaan keras atas tindakan Israel di kawasan tersebut saat berpidato di Sidang Majelis Umum PBB pada hari Kamis. Langkah ini diambil guna melawan isolasi internasional yang kian meningkat menjelang pemilihan umum yang berisiko mengakhiri kekuasaannya, di tengah aksi walk out (berjalan keluar) yang dilakukan oleh puluhan delegasi.

Mengutip Reuters, Jumat (25/09/2026), perpecahan atas sikap Israel langsung terlihat saat Netanyahu mulai berbicara dan puluhan delegasi keluar sebagai bentuk protes. Netanyahu lantas menyebut mereka sebagai pengecut moral, sementara para pendukungnya di galeri bersorak dalam bahasa Ibrani yang menyuarakan bahwa rakyat Israel hidup.

Serang Wali Kota New York

Netanyahu menggunakan pidatonya untuk menyerang Wali Kota New York Zohran Mamdani yang sebelumnya menyebutnya penjahat perang. Ia juga mengecam para pemimpin Eropa Barat karena dianggap tunduk pada gerombolan antisemit, serta menuduh Qatar dan Turki menyebarkan kebohongan tentang Israel.

"Anda mencoba menghentikan saya untuk datang ke sini. Anda mencoba. Anda mencoba membungkam saya. Nah, Anda tidak dapat membungkam saya. Anda tidak dapat membungkam kebenaran," tegasnya merujuk pada Mamdani.

Sebagai informasi, Mamdani sebelumnya berkampanye dengan janji untuk menangkap Netanyahu atas dugaan kejahatan perang jika ia mengunjungi kota terbesar di AS tersebut, meski belakangan ia mengakui tidak memiliki wewenang hukum. Minggu ini, Mamdani bahkan kembali menyebut Netanyahu sebagai arsitek genosida mengerikan terhadap warga Palestina.

"Berikut ini adalah kebenaran sederhana: Israel tidak melakukan genosida. Israel mencegah genosida," tuturnya dalam kunjungan pertamanya sejak Mamdani menjabat pada Januari.

Netanyahu menuduh Mamdani mendukung militan Hamas, sebuah tuduhan yang langsung dibantah oleh sang wali kota.

"Kepada semua pihak yang menyebarkan kebohongan tentang negara saya dan tentang tentara kami yang berani, baik mereka duduk di aula ini atau di kantor wali kota New York yang antisemit, saya katakan ini: Memalukan bagi Anda!" papar Netanyahu.

Merespons serangan tersebut, Mamdani segera mengeluarkan pernyataan balasan. Menurutnya, apa yang disampaikan Netanyahu merupakan sebuah kebohongan besar, dan ia sampai saat ini masih merupakan buronan internasional atas aksi keji Israel di Gaza dan Tepi Barat.

"Seperti yang telah ia lakukan berulang kali, Perdana Menteri Netanyahu menggunakan pidatonya untuk mengulangi kebohongan tak berdasar yang dimaksudkan untuk membersihkan genosida terhadap warga Palestina," ungkap Mamdani.

"Namun tidak ada kebohongan yang dapat mengubah fakta bahwa ia tetap menjadi subjek surat perintah penangkapan Pengadilan Pidana Internasional atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan."

Protes Jalanan & Pujian untuk Trump

Di luar gedung PBB, beberapa ratus pengunjuk rasa berkumpul dan puluhan di antaranya memblokir lalu lintas sambil meneriakkan tuntutan agar dunia berhenti mempersenjatai Israel dan membiarkan Gaza serta Iran hidup. Pihak kepolisian dilaporkan telah menahan para demonstran tersebut.

Dalam kunjungan singkat ke AS ini, Netanyahu secara tak biasa tidak memiliki jadwal pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump. Kendati demikian, ia tetap melontarkan pujian setinggi langit kepada Trump dari atas mimbar PBB.

"Kami akan terus membela negara kami. Kami akan terus menang karena kami tidak punya pilihan lain. Dalam pertempuran melawan orang-orang barbar ini, kami tidak memiliki mitra yang lebih hebat dari Presiden Trump. Saya berterima kasih kepadanya. Saya berterima kasih atas kepemimpinannya yang berani," kata Netanyahu.

Isolasi Diplomatik & Pemukim Tepi Barat

Israel saat ini menghadapi isolasi diplomatik yang kian memburuk sejak melancarkan perang di Gaza hampir tiga tahun lalu sebagai respons atas serangan yang dipimpin Hamas. Netanyahu juga tidak dapat bepergian ke banyak negara imbas surat perintah penangkapan dari Pengadilan Pidana Internasional (ICC) yang dikeluarkan pada 2024. Awal bulan ini, sekutu setianya seperti Inggris, Prancis, dan Kanada bahkan mengumumkan sanksi yang menargetkan permukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki.

"Para pemimpin negara-negara ini telah memilih untuk tunduk pada gerombolan antisemit. Mereka telah memilih kelemahan. Mereka telah memilih peredaan," pungkasnya.

Terkait kekerasan pemukim Israel yang memburuk di Tepi Barat, Netanyahu cenderung meremehkannya dengan menggambarkannya hanya sebagai ulah dari sekitar 150 remaja nakal yang melempar batu dan menebang pohon zaitun.

"Terkadang... mereka menyalakan api. Saya tidak tahan dengan itu. Saya tidak akan menoleransi main hakim sendiri. Kami adalah negara hukum."

Kampanye Terselubung, Bayar Reklame

Dengan pemilihan umum yang akan digelar pada 27 Oktober atau tinggal kurang dari lima minggu lagi, pidato berdurasi 40 menit tersebut dinilai layaknya kampanye politik yang disiarkan langsung pada jam tayang utama di seluruh empat saluran televisi utama Israel. Menjelang pidatonya, pemerintah Israel bahkan rela membayar pemasangan 500 papan reklame pro-Israel dan anti-Iran serta puluhan truk kampanye yang melintasi Manhattan.

Merespons jajak pendapat yang menunjukkan bloknya tertinggal, ia menggunakan pidato itu untuk memamerkan perjuangan yang disebutnya sebagai garis depan Israel di tujuh area konflik. Seperti kebiasaannya di masa lalu, ia kembali membawa alat peraga berupa pager yang terkait dengan serangan terhadap anggota Hizbullah di Lebanon, serta penerima internet satelit Starlink yang menurutnya akan ia tinggalkan untuk delegasi Iran.

"Jadi ketika mereka benar-benar membelot, mereka juga akan dapat dengan bebas menceritakan kisah mereka di media sosial," ucapnya sembari menambahkan bahwa hanya masalah waktu sebelum otoritas Iran digulingkan oleh rakyatnya.

(tps/tps) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Netanyahu Vs Mamdani, Duel Panas Siap Meledak di PBB


Most Popular
Features