MARKET DATA
Internasional

Breaking: Perang Iran Bisa Melebar ke Samudra Hindia

sef,  CNBC Indonesia
24 September 2026 16:00
A still image from handout video released on September 15, 2026, said to show a damaged Panamanian-flagged oil tanker "El Gaia" following an incident in Strait of Hormuz. Iran's Revolutionary Guard said the tanker was hit by sea mines as it passed th
Foto: via REUTERS/IRIB

Jakarta, CNBC Indonesia - Ancaman baru datang dari Iran di tengah perangnya dengan Amerika Serikat (AS). Seorang penasihat pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei memperingatkan bahwa Teheran mungkin memperluas perang Timur Tengah hingga Samudera Hindia.

Hal ini akan dilakukan jika AS atau Israel menyerang lagi. Sebelumnya perang antara AS dan Iran sendiri terjadi sejak 28 Februari 2025, kala pemerintah Presiden Donald Trump dan Israel menyerang Teheran dan menewaskan pemimpin tertinggi terdahulu, Ayatollah Ali Khamenei.

"Karena konflik telah menyebar dari Teluk Persia dan Selat Hormuz hingga Laut Merah, ada kemungkinan bahwa, sebagai respons terhadap perang yang lebih besar, front tersebut akan meluas lebih jauh lagi, mencapai Samudera Hindia dan mungkin lebih jauh lagi," kata Yahya Rahim Safavi dalam sebuah video yang dirilis oleh kantor berita Iran, Fars.

Perang AS dan Iran membuat blokade terjadi di Selat Hormuz, jalur energi dunia. Akibatnya harga minyak dunia melonjak signifikan. Belum lagi, ketegangan melebar antara Houthi di Yaman dengan Arab Saudi. Kondisi itu membuat gangguan di jalur energi lain, Selat Bab el-Mandeb dan Laut Merah.

Dalam update baru AFP, harga minyak Brent naik sekitar 3%, Kamis siang.

(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Update Terbaru Perang Iran, Trump Sebut AS Kuasai 100% Selat Hormuz


Most Popular
Features