MARKET DATA

Bos Buruh Ancam Bawa 100.000 Orang Demo Lanjutan Saat Orasi di Thamrin

Emir Yanwardhana,  CNBC Indonesia
24 September 2026 14:37
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea menyampaikan orasi saat aksi demo berlangsung di kawasan Jl. Thamrin, Jakarta, Kamis (24/9/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea menyampaikan orasi saat aksi demo berlangsung di kawasan Jl. Thamrin, Jakarta, Kamis (24/9/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Puluhan ribu masa tergabung dalam Koalisi besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) menggelar aksi demonstrasi di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (24/9/2026). Dalam aksi itu, buruh menyampaikan sejumlah tuntutan terkait pembahasan rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Ketenagakerjaan.

Dalam orasinya, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea menyinggung pembahasan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan yang tengah dibahas DPR dan pemerintah. Sejumlah isu yang menjadi perhatian antara lain pengupahan, outsourcing, jaminan sosial, serta aturan magang.

Menurutnya masih ada pasal krusial yang belum disepakati oleh pihak buruh. Meskipun sudah ada sejumlah aspirasi yang mulai diakomodasi oleh parlemen.

"Jadi masih ada pasal-pasal krusial seperti pengupahan kami belum setuju. Lalu pemagangan kami belum setuju. Lalu soal outsourcing kami belum setuju. Tetapi memang kami akui, kami akui ada beberapa yang diakomodir seperti sertifikasi keahlian, seperti jaminan sosial, dan beberapa hal penting lainnya. Tetapi hal yang krusial-krusial kami akan segera rundingkan besok dengan Pimpinan DPR, Bapak Dasco dan seluruh fraksi di DPR," kata Andi Gani.

ANdi Gani mengatakan pihaknya akan kembali melakukan komunikasi dengan DPR beserta pemerintah untuk membahas pasal yang menjadi keberatan buruh. Dalam kesempatan itu dia juga memberikan batas waktu hingga 30 September 2026 bagi pemerintah dan DPR untuk menunjukan dalam mengakomodasi tuntutan mereka.

"Apabila tidak ada kemajuan berarti, kami pastikan 100 ribu buruh akan masuk ke Jakarta kami pastikan itu," kata Andi Gani.

Dalam kesempatan itu, Andi Gani juga mengatakanKBPBI yang diklaim sebagai 90% kekuatan buruh Indonesia, akan mendukung dan tidak akan mengganggu pemerintahan Presiden Prabowo Subianto hingga 2029 mendatang.

"Itu pasti dari kami komitmen dari kami. Kami tidak ingin pemerintah yang sah, yang konstitusi diganggu di tengah jalan. Akan rusak demokrasi seperti itu. Jadi kalau ada hoaks Andi Gani bersama pimpinan buruh akan menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto, kami nyatakan berita bohong. Tidak mungkin," kata Andi Gani.

Setelah menyampaikan tuntutan, Andi Gani mengatakan massa akan kembali ke wilayah masing-masing dengan tertib sembari menunggu perkembangan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan antara DPR dan Pemerintah.

Dia juga menyinggung aspirasi dari koalisi buruh ini sudah diterima dan dicatat oleh Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman, usai diterima di Gedung Bina Graha, Kantor KSP, pagi tadi.

Lebih lanjut, Andi Gani beserta pimpinan buruh lainnya menegaskan pihaknya memilih untuk tertib dan tidak menerobos hingga Bundaran Hotel Indonesia, dan memilih melakukan orasi secara tertib. Mereka terpantau melakukan pembubaran massa sekitar pukul 13.40 WIB.

Massa buruh memadati kawasan Jl. Thamrin, Jakarta, Kamis (24/9/2026). (CNBC Indonesia/Emir Yanwardhana)Massa buruh memadati kawasan Jl. Thamrin, Jakarta, Kamis (24/9/2026). (CNBC Indonesia/Emir Yanwardhana) Foto: (CNBC Indonesia/Emir Yanwardhana)

(dce) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Puluhan Ribu Massa Demo Buruh Bubar Usai Orasi 40 Menit di Thamrin


Most Popular
Features