MARKET DATA

Malaysia Lewat! ADB Ramal Ekonomi RI Tercepat Kedua di ASEAN

Arrijal Rachman,  CNBC Indonesia
23 September 2026 19:50
A worker walks past inside the Asian Development Bank (ADB) headquarters in Manila June 17, 2009. REUTERS/Cheryl Ravelo/Files
Foto: REUTERS/Cheryl Ravelo

Jakarta, CNBC Indonesia - Asian Development Bank (ADB) memperkirakan sedikit perbaikan laju pertumbuhan ekonomi negara-negara di Asia-Pasifik pada 2026, meski prospek lajunya masih lebih lambat dari 2025.

Dalam Asian Development Outlook (ADO) edisi September 2026, ADB memperkirakan, pertumbuhan kawasan Asia akan berada di kisaran 5%, dari realisasi pada 2025 sebesar 5,5%. Namun, lebih baik dari proyeksi pada Juli 2026 yang sebesar 4,9% untuk tahun ini.

"Kawasan ini tetap tangguh, namun risikonya semakin meningkat," ujar Presiden ADB Masato Kanda melalui siaran pers, Rabu (23/9/2026).

Menurut ADB, investasi yang kuat, stimulus pemerintah, dan maraknya ekspor teknologi yang didorong siklus investasi global pada kecerdasan buatan (AI) menjadi pendukung pertumbuhan, bahkan ketika ketegangan geopolitik dan penguatan El Niño mendongkrak harga energi dan pangan.

Khusus untuk kawasan Asia bagian ASEAN, ADB memperkirakan, kondisi pertumbuhan juga akan serupa, yakni terjadi perbaikan meski masih lebih rendah dari 2025. Pertumbuhan pada 2026 di ASEAN direvisi menjadi 4,7% dari sebelumnya 4,6%, masih lebih rendah dari 2025 sebesar 4,8%.

Di kawasan ASEAN, pertumbuhan tercepat masih akan terjadi di Vietnam sebesar 7,8% dari perkiraan sebelumnya 7,2%. Proyeksi itu pun lebih rendah dari 2025 yang tumbuh 8%.

Selanjutnya Indonesia, dengan proyeksi pertumbuhan 2026 tetap dipertahankan di level 5,2%. Proyeksi laju pertumbuhan ini malah lebih tinggi sedikit dari 2025 sebesar 5,1%.

Posisi berikutnya ialah Malaysia, yang proyeksi pertumbuhannya 4,9%, jauh lebih cepat dari perkiraan sebelumnya 4,6%. Namun, masih jauh lebih rendah dari pertumbuhan 5,2% pada 2025.

Adapun proyeksi terbaru negara-negara ASEAN untuk 2026 secara lengkap dari ADB sebagai berikut:

Brunei Darussalam 1,2%
Kamboja 3,9%
Indonesia 5,2%
Laos 4%
Malaysia 4,9%
Myanmar 2,2%
Filipina 3,3%
Thailand 2%
Timor-Leste 4%
Viet Nam 7,8%

Adapun untuk negara besar Asia, ADB memperkirakan, untuk China pertumbuhannya akan tetap di level 4,6% pada 2026 dari sebelumnya 5% pada 2025.

Sedangkan India 7,% dari perkiraan sebelumnya 6,6%, masih lebih rendah dari pertumbuhan 7,8% pada 2025. Untuk Jepang proyeksinya tetap tumbuh 0,7% pada 2026, sedangkan Korea Selatan 3,2% dari proyeksi sebelumnya 2,6%.

(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Lembaga Asing Ini Minta Indonesia Cs Jangan Cuma Jadi Penonton


Most Popular
Features