MARKET DATA

Menkeu Proyeksi Defisit APBN 2026 Lebih Tinggi, Tembus 2,85% PDB

Chandra Dwi Pranata,  CNBC Indonesia
23 September 2026 16:50
Menteri Keuangan Indonesia Suahasil Nazara menyampaikan pemaparan APBN KiTA di Kementerian Keuangan di Jakarta, 18 September 2026. REUTERS/Willy Kurniawan
Foto: Menteri Keuangan Indonesia Suahasil Nazara menyampaikan pemaparan APBN KiTA di Kementerian Keuangan di Jakarta, 18 September 2026. REUTERS/Willy Kurniawan

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara mengungkapkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBN) pada akhir 2026 berpotensi naik dari prediksi awal yang mencapai 2,68% dari produk domestik bruto (PDB).

Suahasil mengatakan target defisit APBN di akhir 2026 bisa mencapai 2,85% dari PDB karena adanya perubahan asumsi-asumsi makro dan perubahan berbagai kebutuhan yang ada

"Defisit APBN 2026 awalnya ditargetkan 2,68%. Namun dengan seluruh kebutuhan kita, dengan perubahan asumsi-asumsi makro yang terjadi, kita proyeksikan di akhir tahun akan meningkat defisitnya mencapai 2,85% dari PDB," kata Suahasil di Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Sementara untuk 2027, target defisit APBN masih dibahas bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Namun, pihaknya sudah mendesain awal defisit APBN 2027 bisa mencapai 2,4% dari PDB.

"Kita sedang mendesain APBN untuk 2027, saat ini kita berada di tengah-tengah pembicaraan dengan DPR. Tapi, APBN yang kita desain dalam bentuk RAPBN adalah dengan defisit di angka 2,4% dari PDB," terang Suahasil.

Selain itu, secara nominal dalam RAPBN 2027, belanja negara didesain mencapai Rp 4.000 triliun. Jika benar demikian, maka hal ini bisa menjadi belanja negara terbesar sepanjang sejarah.

"RAPBN 2027 kita desain sehingga kemungkinan besar, ini pertama kali dalam sejarah Indonesia, belanja negara melebihi Rp 4.000 triliun," ujar Suahasil.

Suahasil menegaskan rencana belanja negara yang mencapai Rp 4.00p triliun pada 2027 juga menjadi tanggung jawab yang besar.

"Ini bukan hanya sekedar belanja yang besar, tetapi juga adalah tanggung jawab yang besar. Belanja itu harus bisa menyentuh titik-titik yang meningkatkan mutu modal manusia, program peningkatan produktivitas, program kesehatan, program pendidikan, program untuk memberikan perlindungan sosial, program untuk memastikan konektivitas infrastruktur," tegasnya.

Oleh karena itu, guna menyiapkan tanggung jawab yang besar tersebut, Suahasil akan menyiapkan beberapa strategi fiskal seperti meningkatkan rasio pajak, memperluas basis pajak, dan penguatan implementasi Coretax.

(chd/mij) [Gambas:Video CNBC]
Next Article APBN Kucurkan Rp2.295 Triliun per Agustus 2026, Defisit Rp240 Triliun


Most Popular
Features