Ini Alasan 3 ASN Pertanian di Papua Tak Dikawal dan Ditembak KKB
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya mengungkap alasan tiga ASN Dinas Pertanian yang tewas ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB) saat menjalankan tugas tidak mendapat pengawalan aparat keamanan.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya Hendri Teteelpta mengatakan, lokasi tempat ketiga ASN tersebut menjalankan tugas sebelumnya tidak masuk dalam kategori wilayah rawan konflik.
"Terkait dengan SOP, kawasan tempat kerja kami memang kawasan daerah konflik, tapi tidak semua. Ada beberapa lintasan yang menjadi daerah rawan, tetapi tempat terjadinya kejadian ini bukan daerah rawan konflik," ucap Hendri di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Selasa (22/9/2026).
Menurut Hendri, pengamanan akan diberikan apabila pegawai pemerintah harus menjalankan tugas di kawasan yang telah dipetakan sebagai daerah rawan. Pengawalan tersebut dapat melibatkan personel TNI, Polri, maupun Satpol PP.
Namun, kondisi tersebut tidak berlaku saat tiga ASN itu bertugas membagikan bantuan pertanian. Sebab, lokasi tersebut selama ini tidak masuk dalam kawasan yang dianggap rawan konflik.
"Tetapi kawasan yang kemarin tempat pembagian bantuan pertanian itu, sepanjang ini itu bukan kawasan yang rawan konflik. Dan hanya baru kemarin itu yang terjadi di situ," ujarnya.
Hendri mengatakan, insiden tersebut kini menjadi perhatian pemerintah daerah dan aparat keamanan. Pasalnya, kelompok bersenjata mulai melakukan aktivitas di wilayah yang sebelumnya tidak masuk dalam kategori daerah rawan.
Hari ini, lanjut dia, pemerintah daerah bersama pihak keamanan dan satuan tugas di Papua Pegunungan akan melakukan rapat koordinasi untuk menentukan langkah pengamanan ke depan.
"Hari ini itu ada meeting dengan pihak keamanan bagaimana kebijakan untuk pengamanan ke depan, khususnya untuk delapan kabupaten di Provinsi Papua Pegunungan. Nanti kita mengikuti apa hasil kebijakan yang dicapai hari ini," jelas Hendri.
Sebelumnya, tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya menjadi korban penembakan KKB di Kampung Muliama, Papua Pegunungan, pada Rabu (9/9/2026) sore.
Ketiga korban tersebut yakni Aprida Rapi (49), Alfonsius Albinus (35), dan Wili Mbuik (24). Mereka tewas saat menjalankan tugas mendistribusikan bantuan ternak kepada masyarakat.
(wur) [Gambas:Video CNBC]