MARKET DATA
Internasional

Breaking: AS Tutup Semua Maskapai Penerbangan Iran

sef,  CNBC Indonesia
22 September 2026 09:40
FILE PHOTO: An Airbus A340-600 airplane of Mahan Air is seen at Simon Bolivar International Airport outside Caracas, Venezuela April 8, 2019. REUTERS/Carlos Garcia Rawlins/File Photo
Foto: Mahan Air (REUTERS/Carlos Garcia Rawlins)

Jakarta, CNBC Indonesia - Tekanan baru diberikan Amerika Serikat (AS) ke Iran. Bahkan, AS tiba-tiba mengumumkan penutupan semua maskapai Iran Rabu, 23 September, besok.

Pernyataan "semena-mena" ini disampaikan Menteri Keuangan Scott Bessent Senin waktu Washington. Mengutip AFP, Selasa (22/9/2026), ini menjadi sanksi baru yang diberikan pemerintahan Trump.

"Pada tanggal 23 September semua maskapai penerbangan Iran akan ditutup di seluruh dunia," kata Bessent kepada CNBC International dalam sebuah wawancara ketika perang yang dilancarkan oleh AS dan Israel mendekati tujuh bulan.

"Jika mereka mendarat, Anda tidak bisa memberi mereka bahan bakar, Anda tidak bisa memberi mereka layanan pendaratan, Anda tidak bisa menjual tiket kepada mereka atau Anda akan tersingkir dari sistem dolar," tambahnya.

Sebelumnya, ancaman penutupan maskapai diutarakan Bessent. Langkah ini menyusul ancaman "Hari-H Ekonomi" dan janji untuk mencekik Teheran secara finansial.

Meski belum berlaku, Senin lalu, Georgia melarang maskapai penerbangan Iran memasuki wilayahnya. Di Turki, maskapai penerbangan Iran, Mahan Air, menangguhkan layanan atas permintaan pemerintah Ankara.

Sementara itu, dua sumber Irak mengatakan bahwa Baghdad akan menangguhkan penerbangan maskapai Iran menyusul pengumuman Departemen Keuangan AS. Departemen Keuangan juga menargetkan "dukungan" terhadap sektor penerbangan Iran, termasuk perusahaan-perusahaan yang berbasis di luar Iran.

AS dan Iran telah berperang sejak akhir Februari, ketika serangan AS-Israel menewaskan pemimpin tertinggi republik Islam tersebut dan para pejabat senior militer pada awal serangan yang luas.

Teheran membalas dengan memblokir Selat Hormuz, jalur perairan penting untuk transit energi, yang menyebabkan harga minyak global melonjak seiring meluasnya konflik di Timur Tengah.

Komentar Bessent muncul sehari setelah dia bertemu dengan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng. Keduanya melakukan pembicaraan ekonomi yang meletakkan dasar bagi pertemuan puncak Presiden Donald Trump pada Kamis ini dengan Presiden China Xi Jinping.

China adalah salah satu mitra ekonomi dan pendukung diplomatik utama Iran. Sebenarnya, sektor penerbangan Iran telah lama bergulat dengan sanksi yang membatasi kemampuannya untuk memperoleh pesawat, suku cadang, dan layanan pemeliharaan.

(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Iran Dapat Sanksi Bertubi-tubi AS, Mojtaba Khamenei Beri Seruan Baru!


Most Popular
Features