MARKET DATA
Internasional

Perang Pecah di Kota Kaya Minyak Arab, 80 Milisi Pro-Iran Dibantai

tps,  CNBC Indonesia
22 September 2026 05:30
Rekaman yang dirilis Kantor Media Ansar Allah, sayap media kelompok Houthi, pada Selasa (15/9/2026) memperlihatkan pertempuran yang diklaim terjadi antara pejuang Houthi dan pasukan yang didukung Arab Saudi di Provinsi Jawf Timur, Yaman. (via REUTERS
Foto: Rekaman yang dirilis Kantor Media Ansar Allah, sayap media kelompok Houthi, pada Selasa (15/9/2026) memperlihatkan pertempuran yang diklaim terjadi antara pejuang Houthi dan pasukan yang didukung Arab Saudi di Provinsi Jawf Timur, Yaman. (via REUTERS/HOUTHI MILITARY MEDIA)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sedikitnya 80 pasukan Houthi tewas dalam bentrokan sengit melawan pasukan Pemerintah Yaman di pinggiran pusat kota Marib. Pertumpahan darah ini meletus seiring langkah milisi yang didukung Iran tersebut untuk mengintensifkan serangannya demi merebut kota yang kaya akan energi itu.

Mengutip Arab News, Senin (21/09/2026), Direktur Departemen Media Militer Angkatan Darat Yaman, Brigadir Jenderal Yahya Al-Hatemi, mengungkapkan bahwa pertempuran hebat telah berkobar selama 24 jam terakhir antara pasukan pemerintah dan milisi Houthi di wilayah selatan Marib, termasuk Hareb, Mala'a, dan Um Raish. Pasukan pemerintah yang didukung oleh armada pesawat tempur dan pesawat tak berawak (drone) sukses memukul mundur serangan mematikan tersebut.

"Houthi menderita lebih dari 80 korban jiwa, sisanya melarikan diri, dan sembilan kendaraan tempur hancur," ungkapnya.

Armada pesawat tempur juga menggempur posisi Houthi di seluruh garis depan di provinsi Marib, dengan menargetkan titik kumpul para pejuang, bala bantuan militer, hingga berbagai posisi pertahanan yang dibentengi. Sebagai informasi, kota Marib menampung konsentrasi pengungsi internal terbesar di Yaman, dengan lebih dari 2 juta orang mencari perlindungan di sana selama dekade terakhir akibat perang. Kota strategis ini juga menjadi rumah bagi ladang minyak dan gas serta fasilitas pembangkit listrik utama.

Meski ribuan warga sipil dan pejuang telah tewas atau terluka dalam serangan beruntun sebelumnya, Houthi tidak pernah berhasil menguasai kota tersebut. Mereka sebelumnya sempat menghentikan serangan besar mereka usai adanya gencatan senjata yang ditengahi PBB pada April 2022. Namun, serangan balasan yang masif dari pasukan pemerintah Yaman selama 24 jam terakhir telah memaksa milisi Houthi untuk mundur dari posisi mereka di luar Marib.

Sementara itu, pihak Houthi diketahui menggelar prosesi pemakaman pada hari Sabtu untuk setidaknya 50 pejuang mereka yang terbunuh di medan perang, termasuk beberapa perwira tinggi, di ibu kota Sanaa, Amran, Hodeidah, dan daerah lain yang dikuasainya.

Menyikapi hal itu, Al-Hatemi mengeklaim bahwa kerugian yang diakui secara publik oleh Houthi hanya mewakili kurang dari 10% kematian di medan perang yang sebenarnya. Ia memperkirakan ada sekitar 300 hingga 500 pejuang Houthi yang terbunuh setiap harinya, dan menuduh milisi sengaja menyembunyikan angka sebenarnya demi menjaga moral pasukan.

"Houthi tidak menunjukkan kepedulian terhadap jumlah korban tewas, memandang pejuang mereka sebagai sesuatu yang dapat dikorbankan-pion tumbal yang diperlakukan sebagai budak tak berharga-dengan satu-satunya prioritas mereka adalah pencapaian tujuan mereka."

Di tempat lain, angkatan darat Yaman di Taiz mengonfirmasi bahwa mereka telah merebut kendali atas Gunung Nouman usai terlibat bentrokan sengit dengan Houthi di daerah pegunungan sekitarnya. Menyusul keuntungan militer pasukan pemerintah di sepanjang pantai barat Laut Merah Yaman, Houthi nekat melancarkan serangan terhadap posisi pertahanan di distrik Al-Madaribah Wa Al-Aarah di provinsi Lahj dan lokasi lain di Taiz demi mengonsolidasikan sisa kekuatan mereka.

Merespons eskalasi tersebut, Pasukan Perisai Bangsa dari kubu pemerintah menyatakan pada hari Minggu bahwa mereka sukses menangkis serangan Houthi dan menembak jatuh sebuah drone di dekat Gunung Kahboub. Perebutan gunung ini sangat krusial karena akan memberi Houthi posisi strategis yang menghadap langsung Selat Bab Al-Mandab serta memuluskan jalan menuju kota selatan Aden yang menjadi pusat pemerintahan yang diakui secara internasional.

Di pihak lain, Juru Bicara Angkatan Darat Yaman Kolonel Majed Al-Nuzaili turut memastikan efektivitas serangan balasan udara mereka.

"Angkatan udara tentara telah menyerang personel dan peralatan militer Houthi di provinsi tengah Al-Bayda," ucap Al-Nuzaili.

(tps/tps) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Siaga! Kota Mekkah Jadi Target Serangan Drone, Bencana Bagi Dunia


Most Popular
Features