MARKET DATA

Dukung Lifting, Pertagas Alirkan 1.000 Barel/Hari Sumur Minyak Rakyat

Verda Nano Setiawan,  CNBC Indonesia
21 September 2026 08:35
Dok: PT Pertagas
Foto: Dok: PT Pertagas

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina Gas (Pertagas) memperkuat dukungan terhadap peningkatan lifting minyak nasional melalui pengangkutan minyak hasil produksi dari sumur masyarakat di Sumatra Selatan dan Jambi menuju Kilang Plaju. Melalui jaringan Pipa Tempino - Sei Gerong, Pertagas menghubungkan produksi minyak daerah dengan fasilitas pengolahan agar dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan energi nasional.

Penyaluran Minyak Badan Usaha Milik Daerah/Koperasi/Usaha Mikro Kecil dan Menegah (BKU) di Pipa Tempino - Sei Gerong dimulai pada Juni 2026. Berdasarkan pencatatan hingga akhir Agustus 2026, rata-rata penyaluran melalui pengguna jasa pengangkutan atau shipper PT Pertamina EP (PEP) mencapai 1.300 Barrel Oil Per Day (BOPD), sedangkan melalui Medco E&P Grissik Ltd. (MEPG) mencapai 500 BOPD. Dengan profil capaian tersebut diproyeksikan rata-rata capaian Minyak BKU ada di kisaran 1000-1100 BOPD sampai akhir tahun ini.

Direktur Utama Pertagas, Indra P. Sembiring, menyampaikan bahwa infrastruktur pengangkutan berperan penting untuk memastikan produksi minyak dari daerah dapat tersalurkan hingga ke kilang. Bagi Pertagas, peran ini dalam rangka mendukung agar hasil kegiatan usaha masyarakat dapat masuk ke dalam rantai pasok minyak nasional.

"Di balik produksi sumur masyarakat, terdapat usaha dan kerja keras masyarakat di daerah penghasil. Pertagas mengambil bagian dengan menyediakan jalur pengangkutan yang andal agar minyak tersebut dapat sampai ke kilang dengan aman. Kami ingin infrastruktur yang kami kelola menjadi penghubung antara potensi daerah dan kebutuhan energi nasional," ujar Indra.

Pengaliran ini mendukung implementasi Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025 tentang Kerja Sama Pengelolaan Bagian Wilayah Kerja untuk Peningkatan Produksi Minyak dan Gas Bumi. Regulasi tersebut mengatur, antara lain, kerja sama produksi sumur minyak BUMD, koperasi, dan UMKM dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS). Dalam rantai kegiatan ini, Pertagas berperan menyediakan layanan pengangkutan minyak menuju kilang.

Pipa Tempino-Sei Gerong Pertagas membentang sepanjang sekitar 262,5 kilometer dari Tempino hingga Kilometer (KM) 03 Sei Gerong, dengan kapasitas pengaliran hingga 20.000 barel per hari. Pemanfaatan jaringan yang telah tersedia ini, membuka akses pengangkutan bagi produksi minyak masyarakat sekaligus mengoptimalkan fungsi infrastruktur energi yang dikelola Pertagas.

Seiring dengan peningkatan pemanfaatan pipa, Pertagas tetap memprioritaskan keselamatan pekerja dan masyarakat, keamanan fasilitas, serta perlindungan terhadap lingkungan. Pemeliharaan integritas pipa menjadi bagian penting untuk menjaga agar pengangkutan minyak berlangsung secara andal dan berkelanjutan.

"Bagi kami, keandalan itu lebih dari sekedar volume minyak yang dapat dialirkan, karena ada banyak pekerja dan masyarakat di sekitar jalur pipa yang harus terlindungi, serta lingkungan yang harus dijaga bersama. Oleh karena itu, peningkatan penyaluran harus selalu berjalan seiring dengan pemeliharaan fasilitas dan penerapan standar keselamatan," jelas Indra.

Untuk mendukung kelancaran penyaluran, Pertagas berkomitmen memperkuat koordinasi dengan para shipper dan pihak terkait dalam perencanaan pengaliran, pemenuhan persyaratan penerimaan minyak, serta pengelolaan keselamatan pada fasilitas yang saling terintegrasi. Koordinasi tersebut diperlukan agar setiap pihak memahami peran dan tanggung jawabnya dalam menjaga kelancaran pengangkutan hingga ke kilang.

Di luar kontribusinya terhadap pasokan energi, program pengelolaan sumur masyarakat juga membuka peluang penguatan ekonomi daerah. Keterlibatan BUMD, koperasi, dan UMKM dalam skema kerja sama yang tertata diharapkan memperluas kesempatan masyarakat di daerah penghasil untuk memperoleh manfaat ekonomi dari pengelolaan sumber daya setempat.

Dukungan infrastruktur yang disediakan Pertagas, menjadi bagian dari upaya menghubungkan peluang tersebut dengan rantai usaha minyak nasional. Dengan tersedianya layanan pengangkutan menuju kilang, produksi yang dikelola melalui skema resmi dapat tersalurkan untuk diolah dan dimanfaatkan lebih lanjut.

"Kami ingin keberadaan infrastruktur Pertagas memberikan manfaat yang lebih luas. Melalui kolaborasi dengan pemerintah, KKKS, BUMD, koperasi, dan UMKM, kami mendukung agar potensi energi daerah dapat terhubung dengan kebutuhan nasional sekaligus membuka peluang manfaat ekonomi bagi masyarakat," tambah Indra.

Indra juga turut mengapresiasi dukungan Kementerian ESDM, SKK Migas, pemerintah daerah, para KKKS, serta BUMD, koperasi, UMKM, dan masyarakat yang terlibat. Menurutnya, kelancaran program membutuhkan kerja bersama, mulai dari pengelolaan sumur, penerimaan produksi, pengangkutan, hingga pengolahan minyak di kilang.

"Pertagas tentunya tidak bekerja sendiri. Ada peran pemerintah, mitra usaha, dan masyarakat yang saling melengkapi. Harapan kami, kerjasama ini dapat menjaga keberlangsungan penyaluran sekaligus membuka peluang manfaat yang lebih luas bagi masyarakat di daerah penghasil," tambahnya.

Dukungan tersebut sejalan dengan agenda kemandirian energi serta pembangunan dari desa untuk pemerataan ekonomi yang tercantum dalam Asta Cita pemerintah.

Melalui keandalan layanan pengangkutan, Pertagas berkomitmen menghubungkan potensi energi daerah dengan kebutuhan nasional, dengan tetap mengutamakan keselamatan, perlindungan lingkungan, dan manfaat bagi masyarakat.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Bahlil-DPR Sepakati Lifting Minyak di RAPBN 2027 Capai 612.500 Barel


Most Popular
Features