MARKET DATA

Prabowo Bongkar Praktik WNA Beli Emas dari Tambang Ilegal RI

Tim Redaksi,  CNBC Indonesia
17 September 2026 15:55
Presiden Prabowo Subianto dalam dialog bersama jurnalis senior dan pakar di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Minggu (6/9/2026). (Dok. Tim Media Prabowo Subianto)
Foto: Presiden Prabowo Subianto dalam dialog bersama jurnalis senior dan pakar di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Minggu (6/9/2026). (Dok. Tim Media Prabowo Subianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan adanya laporan mengenai pengusaha asing yang masuk ke Indonesia menggunakan visa turis, untuk membeli emas yang berasal dari tambang ilegal.

Prabowo menyebut praktik tersebut menjadi salah satu persoalan yang tengah ditertibkan pemerintah dalam upaya menutup kebocoran sumber daya alam (SDA) nasional.

"Kalau umpamanya kita bisa organisir ini, dan kita dapat laporan pengusaha-pengusaha dari negara lain masuk ke Indonesia kadang-kadang dengan visa turis dan dia beli emas dari tambang-tambang ilegal itu! Nah ini yang kita sedang tertibkan," kata Prabowo dalam dialog bersama para jurnalis senior dan pakar di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Minggu (6/9/2026), yang disiarkan CNBC Indonesia, Rabu (16/9/2026).

Menurut Prabowo, praktik pembelian emas dari tambang ilegal tersebut berlangsung di tengah masih maraknya aktivitas pertambangan tanpa izin di Indonesia.

Ia membeberkan terdapat ribuan tambang ilegal yang beroperasi di berbagai wilayah. Bahkan, Prabowo mencontohkan adanya tambang ilegal yang telah beroperasi selama delapan tahun dan menghasilkan emas dalam jumlah besar.

"Ada tambang ilegal sudah berjalan 8 tahun. Tiap bulan dia keluarkan 200 kilo emas. Jadi 1 tahun itu 2 ton. 2 ton itu berapa? 8 tahun sudah berjalan!," kata dia.

Tak hanya itu, Prabowo menyebut aktivitas pertambangan ilegal juga ditemukan di kawasan hutan lindung. "Ada lagi tambang di hutan lindung, wah sudah ribuan. Ini harus kita tertibkan," ujarnya.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Prabowo: Bank Emas RI Kelola 153 Ton Emas Senilai Rp360 Triliun


Most Popular
Features